Efek Perang Rusia Ukraina, Exxon Terancam Kehilangan Rp37,8 Triliun dari Kazakhstan

Kamis, 02 Maret 2023 - 10:15 WIB
loading...
Efek Perang Rusia Ukraina,...
Ancaman terhadap ekspor minyak Kazakhstan menjadi sorotan Exxon Mobil Corp (XOM.N) sejak perang Rusia Ukraina pecah, dimana perusahaan terancam kehilangan pendapatan Rp37,8 triliun. Foto/Dok
A A A
HOUSTON - Exxon Mobil Corp (XOM.N) memperingatkan dalam pengajuan sekuritas tentang potensi risiko terhadap operasi minyak mereka di Kazakhstan yang menyumbang pendapatan USD2,5 miliar atau setara Rp37,8 triliun (Kurs Rp15.127 per USD) tahun lalu.

Ancaman terhadap ekspor minyak Kazakhstan telah menjadi sorotan sejak perang Rusia Ukraina pecahsetahun yang lalu. Exxon dan Chevron merupakan pemegang utama dalam produksi minyak di negara Asia Tengah dan pipa ekspor terkait.

Baca Juga: Minta Cabut Windfall Tax, ExxonMobil Gugat Uni Eropa

Kazakhstan berbagi perbatasan 4.750 mil (7.644 km) dengan Rusia dan ekspor minyaknya melakukan perjalanan terutama melalui jalur Caspian Pipeline Consortium (CPC) melalui Rusia dan mendarat di terminal ekspor Laut Hitam Rusia.

Setiap penutupan pipa atau terminal CPC akan menutup lebih dari 1% pasokan minyak global dan merugikan produsennya miliaran dolar untuk pendapatan yang hilang.

Exxon mengatakan sahamnya di ladang minyak Kazak menghasilkan 246.000 barel minyak dan gas per hari tahun lalu. "Minyak itu memberikan penghasilan setelah pajak sekitar USD2,5 miliar," kata pengajuan itu.

Disebutkan juga dalam pengajuan tersebut, kehilangan pendapatan Exxon diperkirakan dengan durasi yang tidak pasti dari operasionalnya di Kazakhstan. Ekspor minyak melalui pipa CPC berpotensi terganggu, dibatasi, hingga dihentikan sementara.

Baca Juga: Mengangkangi Rusia, Kazakhstan Jualan Minyak Mentah lewat Pipa Azeri

Perusahaan minyak utama AS itu memiliki 25% saham di perusahaan patungan produksi minyak Tengizchevroil (TCO) yang dipimpin Chevron, yang mengendalikan ladang minyak Tengiz dan Korolev di Kazakhstan dan 16,8% saham kerja di ladang Kashagan.

Chevron memproduksi sekitar 380.000 bpd atau lebih dari 12% dari total output dari Kazakhstan. Perusahaan bertujuan meningkatkan total output sebesar 40% di lapangan terbesar Kazakhstan, Tengiz menjadi sekitar 1 juta bpd.

Bulan lalu, kepala keuangan Chevron, Pierre Breber mengatakan, produksi Kazak 2022 kehilangan rata-rata kurang dari 10.000 barel per hari dari pemadaman sementara. "Kami memiliki risiko dalam bisnis kami, dan terjadi di mana-mana. Tentu saja, kami mengelola risiko itu," kata Breber.

"Saya tidak dapat memprediksi masa depan, tetapi CPC sangat andal pada tahun 2022," bebernya.

Shell PLC yang berbasis di London dan Eni dari Italia juga memiliki saham di CPC.

Di sisi lain dalam pengajuan Exxon menunjukkan tenaga kerjanya secara global turun 1.000 pada tahun lalu menjadi 62.000 karyawan karena terus memangkas biaya dan meningkatkan pengembalian pemegang saham. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut Exxon mengurangi tenaga kerjanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved