Pendapatan Minyak dan Gas Rusia Anjlok 40% di Januari, Sanksi Barat Makan Korban

Jum'at, 03 Maret 2023 - 09:35 WIB
loading...
Pendapatan Minyak dan...
Pendapatan minyak dan gas Rusia anjlok 40% pada Januari 2023, untuk menjadi sebuah sinyal bahwa ekspor Kremlin mulai merasakan tekanan dari sanksi Barat. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Pendapatan minyak dan gas Rusia anjlok 40% pada Januari 2023, untuk menjadi sebuah sinyal bahwa ekspor Kremlin mulai merasakan tekanan dari sanksi Barat. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), eskpor minyak dan gas Rusia tergerus menjadi USD18,5 miliar atau setara Rp279,8 triliun (Kurs Rp15.127/USD) pada Januari.

Raihan tersebut setara dengan penurunan kurang lebih 38% dibandingkan Januari tahun lalu, ketika Rusia menarik USD30 miliar seperti dilaporkan Reuters.

Baca Juga: Efek Perang Rusia Ukraina, Exxon Terancam Kehilangan Rp37,8 Triliun dari Kazakhstan

Diyakini penurunan ini sebagai pertanda sanksi barat memiliki efek yang ditujukan pada ekonomi Rusia, terutama larangan impor gas Uni Eropa dan batas harga USD60 untuk minyak mentah Rusia yang dimulai menjelang akhir 2022.

"Proyeksi kami, penurunan penerimaan migas ini akan lebih curam dalam beberapa bulan mendatang. Dan bahkan lebih curam dalam jangka menengah, sebagai akibat dari kurangnya akses ke teknologi dan investasi," kata Kepala IEA, Fatih Birol kepada Reuters.

Rusia telah babak belur oleh sanksi selama setahun terakhir, sejak invasinya terhadap Ukraina menyebabkan rentetan pembatasan perdagangan dari negara-negara barat. Ditambah pelanggan Eropa mulai bergeser dari impor gas dan minyak Rusia.

Saat ini Rusia sedang berjuang untuk menyalurkan pasokan energinya setelah produk minyak mentah dan minyaknya dijauhi oleh pelanggan Eropa. Hanya ada segelintir pembeli minyak mentah Rusia yang tersisa di pasar, dan hampir 2 juta barel diesel Rusia terdampar di laut karena kurangnya pembeli, menurut data Kpler.

Baca Juga: Meneropong Cara Ekonomi Rusia Tetap Bertahan di Tengah Gelombang Sanksi Barat dalam Setahun

Sementara itu Presiden Vladimir Putin belum lama ini menyebut batas harga minyak yang digagas negara kaya G7 sebagai tindakan 'bodoh'. Dimana langkah itu telah menyebabkan kerugian USD15 juta untuk Moskow dalam minggu terakhir tahun 2022 saja, dengan bank sentral Rusia menggambarkan langkah itu sebagai "guncangan ekonomi" terhadap ekonominya.

Tetapi perkiraan dampak sanksi terhadap ekonomi Moskow bervariasi. Satu makalah baru-baru ini menemukan bahwa Rusia masih dapat menjual sebagian besar minyaknya di atas batas harga dan permintaan minyak mentah Rusia di luar Eropa tetap kuat, berkat armada kapal tanker bayangan Rusia yang dirancang untuk menghindari sanksi.

Di sisi lain IEA tetap optimistis, efek sanksi bisa melumpuhkan pendapatan perang Moskow sambil memungkinkan minyak Rusia tetap mengalir ke pasar internasional, menurut kepala divisi industri dan pasar minyak IEA Toril Bosoni.

Tetapi Birol memperingatkan, pelanggan Eropa masih perlu tetap waspada pada pasokan energi, dengan melakukan beberapa hal seperti mengejar inisiatif energi terbarukan dan membangun penyimpanan gas alam.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Rekomendasi
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Optimalkan Distribusi BBM di Tengah Lonjakan Permintaan
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Jangan Lewatkan! Spesial...
Jangan Lewatkan! Spesial Akhir Pekan di Alfamidi, Banyak Bonus Menanti
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Infografis
Barat Dicap Munafik,...
Barat Dicap Munafik, Beri Sanksi tapi Tetap Bisnis dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved