Permudah Transaksi Bisnis, Topremit Kenalkan Fitur Pengiriman Dolar AS ke China

Selasa, 07 Maret 2023 - 16:35 WIB
loading...
Permudah Transaksi Bisnis,...
Perusahaan remitansi online, Topremit memperkenalkan layanan terbaru berupa transfer dana dalam mata uang dolar AS ke China. Ilustrasi Foto/Antara
A A A
JAKARTA - China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Kegiatan ekspor dan impor antara kedua negara juga terus meningkat.

Seiring meningkatnya transaksi ekspor-impor masyarakat, perusahaan remitansi online, Topremit, memperkenalkan layanan terbaru berupa transfer dana dalam mata uang dolar AS (USD) ke China.

Melalui fitur ini, pebisnis Indonesia bisa mengirimkan uang dalam kurs USD ke rekening penerima di China, dalam hari yang sama.
Biayanya juga relatif murah yaitu hanya Rp285.000 per transaksi dan bersifat flat (tidak naik walaupun nominal dana bertambah).

China merupakan salah satu negara paling populer sebagai pemasok bahan baku yang diimpor secara massal oleh pengusaha di Indonesia. Selain harganya murah, kualitasnya juga terpercaya.

Maka tak heran jika transaksi pengiriman uang dari Indonesia ke China ikut terkerek dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada 2022, total nilai impor Indonesia dari China mencapai USD50,67 miliar.

CMO sekaligus Co-founder Topremit Henry Wirawan mengatakan, berdasarkan umpan balik dari para pelanggan Topremit, banyak vendor supplier di China yang tidak menerima pembayaran dalam mata uang Yuan, dan lebih memilih agar pembayaran diselesaikan dalam kurs dolar AS.

Dari sini lah pihaknya melihat adanya celah pasar yang perlu dioptimalkan, sehingga Topremit menghadirkan layanan pengiriman dana dalam mata uang dolar AS.

“Kurs yang kami tawarkan juga kompetitif dibandingkan dengan harga pasar valuta asing, sehingga para pebisnis bisa semakin mudah bertransaksi dengan biaya yang efektif,” ujarnya melalui siaran pers, dikutip Selasa (7/3/2023).

Baca juga: Rupiah Diam-diam Sudah Sentuh Level Rp15.281/USD, Pertanda Apa?

Ke depan, pihaknya merencanakan akan ada banyak layanan baru yang serupa untuk memudahkan pebisnis mengirimkan pembayaran mereka dalam mata uang dolar AS ke berbagai negara di dunia.

Layanan terbaru ini merupakan langkah signifikan bagi Topremit untuk mewujudkan visinya dalam memudahkan transaksi global melalui teknologi’.

Permudah Transaksi Bisnis, Topremit Kenalkan Fitur Pengiriman Dolar AS ke China


CEO dan Co-founder Topremit Hermanto menambahkan, sejak awal pendirian di tahun 2009, Topremit telah membantu lebih dari 170.000 pengguna untuk mengirimkan uang ke berbagai negara di dunia.

Baca juga: PPATK Duga Pencucian Uang Rafael Alun Libatkan Pihak Profesional

Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan para mitra di luar negeri untuk membuka jalur-jalur remitansi ke lebih banyak negara.

“Kami juga berharap bahwa fitur-fitur baru yang akan kami hadirkan ke depannya dapat menjadi solusi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kirim uang ke luar negeri sehingga visi kami dapat tercapai,” tuturnya.

Pada 2022, Topremit telah mencatat rekor baru sebagai remitansi pertama yang dapat mengirimkan uang ke 22 negara SEPA (Single Euro Payment Area) hanya dalam 20 menit. Kini, Topremit melayani pengiriman uang ke hampir 70 pilihan negara setelah menambahkan Uni Emirat Arab dan Mesir belum lama ini.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Rekomendasi
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved