Penerapan Industri 4.0 di Sektor Logam Bikin Ekspor Kian Ngecor
Jum'at, 17 Juli 2020 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, dengan bertransformasi ke arah industri 4.0, diyakini kinerja industri logam akan semakin kokoh dan berpeluang mendongkrak sumbangsihnya terhadap nilai ekspor nasional. Catatan positif ekspor produk industri logam nasional terlihat dari capaian pada Januari-Mei 2020 yang menembus USD9,2 miliar atau naik 41% dibanding perolehan di periode yang sama tahun 2019 sekitar USD6,5 miliar.
“Capaian positif itu selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0, yakni meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong roda perekonomian nasional,” ungkap Doddy.
Diharapkan, melalui kebijakan pengembangan sektor-sektor industri yang punya orientasi ekspor, target Indonesia menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 dapat terwujud.
Kepala BPPI menambahkan, setelah ini, PT Tata Logam Lestari akan melakukan assessment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), dan mengikuti pendampingan dari Kemenperin, berupa penyusunan peta jalan transformasi industri 4.0. “Jadi, kami akan membantu PT. Tata Logam Lestari melakukan identifikasi potensi-potensi yang dimiliki dan menyusun strategi roadmap atau rencana aksi dalam bertransformasi menuju industri 4.0,” terangnya.
INDI 4.0 merupakan indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri untuk bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia. INDI 4.0 terdiri atas lima pilar dan 17 bidang. Kelima pilar tersebut, yaitu manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi pabrik.
“Capaian positif itu selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0, yakni meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong roda perekonomian nasional,” ungkap Doddy.
Diharapkan, melalui kebijakan pengembangan sektor-sektor industri yang punya orientasi ekspor, target Indonesia menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 dapat terwujud.
Kepala BPPI menambahkan, setelah ini, PT Tata Logam Lestari akan melakukan assessment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), dan mengikuti pendampingan dari Kemenperin, berupa penyusunan peta jalan transformasi industri 4.0. “Jadi, kami akan membantu PT. Tata Logam Lestari melakukan identifikasi potensi-potensi yang dimiliki dan menyusun strategi roadmap atau rencana aksi dalam bertransformasi menuju industri 4.0,” terangnya.
INDI 4.0 merupakan indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri untuk bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia. INDI 4.0 terdiri atas lima pilar dan 17 bidang. Kelima pilar tersebut, yaitu manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi pabrik.
(uka)
Lihat Juga :