Gerakan Pengendalian Hama Jaga Ketahanan Pangan di Food Estate
Jum'at, 17 Juli 2020 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Food Estate di Kalteng, Menteri Basuki Utamakan Pembangunan Irigasi )
“OPT yang menyerang lahan adalah Blast Leher dengan serangan seluas 6 ha dan Intensitas serangan 13.94%. Hasil Pengendalian yang dilakukan pada Rabu, (15/6) adalah baru seluas 4 ha sehingga perlu dilakukan pengamatan dan pengendalian lanjutan,” jelas Petugas POPT Kecamatan Pandih Batu Edi Supairi.
Sedangkan Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Harian Kostratani/BPP Pangkoh Kecamatan Pandih Batu, Harjanti, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi tanah sawah rawa seluas 12.925,5 ha; tanah tadah hujan 39 ha; dan tanah tegalan/ladang/tanah kering seluas 20.685 ha sangat rentan terhadap adanya OPT.
“Untuk itu Monitoring OPT harus ketat dan petugas OPT yang ada di Kecamatan ada 2 orang, penyuluh pertanian sebanyak 16 orang dan semua desa sudah ada penyuluhnya. Semua ini dalam rangka untuk mensukseskan ketahanan pangan melalui program Food Estate,” ujar Harjanti. (EZ)
“OPT yang menyerang lahan adalah Blast Leher dengan serangan seluas 6 ha dan Intensitas serangan 13.94%. Hasil Pengendalian yang dilakukan pada Rabu, (15/6) adalah baru seluas 4 ha sehingga perlu dilakukan pengamatan dan pengendalian lanjutan,” jelas Petugas POPT Kecamatan Pandih Batu Edi Supairi.
Sedangkan Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Harian Kostratani/BPP Pangkoh Kecamatan Pandih Batu, Harjanti, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi tanah sawah rawa seluas 12.925,5 ha; tanah tadah hujan 39 ha; dan tanah tegalan/ladang/tanah kering seluas 20.685 ha sangat rentan terhadap adanya OPT.
“Untuk itu Monitoring OPT harus ketat dan petugas OPT yang ada di Kecamatan ada 2 orang, penyuluh pertanian sebanyak 16 orang dan semua desa sudah ada penyuluhnya. Semua ini dalam rangka untuk mensukseskan ketahanan pangan melalui program Food Estate,” ujar Harjanti. (EZ)
(akr)
Lihat Juga :