Tiga Bank AS Tutup Dinilai Tidak Berdampak ke Indonesia
Selasa, 14 Maret 2023 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
"Inggris misalnya, lolos dari krisis karena bank HSBC bersedia membeli Silicon Valley Bank cabang Inggris dengan harga 1 poundsterling dan menjamin simpanan deposan. Selain itu, perusahaan rintisan yang menerima pendanaan dari ketiga cabang itu akan kesulitan seperti di China. Namun, sepengetahuan saya ketiga bank yang bangkrut tersebut tidak memiliki cabang di Indonesia," kata dia.
Dia mengatakan ketika ada perusahaan rintisan Indonesia atau perusahaan kripto yang menyimpan atau menerima dana dari ketiga bank maka kesulitan keuangan hanya terlokalisir pada perusahaan-perusahaan tersebut terlalu kecil untuk bisa berdampak sistemik kepada keuangan Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Silicon Valley Bank, Spesialis Pendukung Para Startup
Hendra yakin bahwa perbankan Indonesia memiliki kecukupan modal yang tinggi sehingga akan mampu membendung gejolak keuangan dan likuiditas global.
"Yang terpenting, secara fundamental, saat ini Indonesia sudah jauh lebih kuat dari siap daripada saat terjadinya krisis moneter 1997 dan krisis subprime mortgage tahun 2007. Perangkat institusional dan aturan-aturan juga sudah lebih rigid yang memungkinkan Indonesia meraungi krisis keuangan," tutup Hendra.
Dia mengatakan ketika ada perusahaan rintisan Indonesia atau perusahaan kripto yang menyimpan atau menerima dana dari ketiga bank maka kesulitan keuangan hanya terlokalisir pada perusahaan-perusahaan tersebut terlalu kecil untuk bisa berdampak sistemik kepada keuangan Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Silicon Valley Bank, Spesialis Pendukung Para Startup
Hendra yakin bahwa perbankan Indonesia memiliki kecukupan modal yang tinggi sehingga akan mampu membendung gejolak keuangan dan likuiditas global.
"Yang terpenting, secara fundamental, saat ini Indonesia sudah jauh lebih kuat dari siap daripada saat terjadinya krisis moneter 1997 dan krisis subprime mortgage tahun 2007. Perangkat institusional dan aturan-aturan juga sudah lebih rigid yang memungkinkan Indonesia meraungi krisis keuangan," tutup Hendra.
(nng)
Lihat Juga :