Pengembangan Bioenergi Nasional Harus Didukung Regulasi
Rabu, 15 Maret 2023 - 23:43 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Skema Power Wheeling Diminta Tidak Masuk RUU EBT)
Konsumsi energi fosil Indonesia pada tahun 2021 sebesar 909,24 juta barel setara minyak Barrel Oil Equivalent (BOE). Hal ini berbanding terbalik dengan produksi energi fosil saat ini.
Di sektor migas, realisasi produksi minyak Indonesia pada 2021 rata-rata mencapai 660.000 BOPD (Barrel Oil Per Day) dari target APBN yang sebesar 705.000 BOPD. “Sedangkan produksi migas di Riau sebesar 181.000 BOPD,” katanya.
Stok energi fosil yang terus berkurang, kata dia, baik dari segi produksi maupun dari segi penemuan cadangan baru, diperparah dengan fluktuasi harga minyak dunia, sehingga berdampak bagi kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. “Terobosan baru terus diusahakan oleh pemerintah agar pemanfaatan energi secara maksimal dengan harga yang terjangkau atau energi berkeadilan dapat dirasakan oleh rakyat,” kata Syamsuar.
Tren energi baru dan energi terbarukan (EBET) semakin meningkat. Hal ini didasari oleh energi baru dan energi terbarukan memiliki konsep keberlanjutan. “Namun, perkembangan ini harus mempertimbangkan aspek yang berkaitan dengan keekonomian, sistem dan kebijakan energi suatu daerah atau dinamakan transisi energi,” ungkapnya.
Konsumsi energi fosil Indonesia pada tahun 2021 sebesar 909,24 juta barel setara minyak Barrel Oil Equivalent (BOE). Hal ini berbanding terbalik dengan produksi energi fosil saat ini.
Di sektor migas, realisasi produksi minyak Indonesia pada 2021 rata-rata mencapai 660.000 BOPD (Barrel Oil Per Day) dari target APBN yang sebesar 705.000 BOPD. “Sedangkan produksi migas di Riau sebesar 181.000 BOPD,” katanya.
Stok energi fosil yang terus berkurang, kata dia, baik dari segi produksi maupun dari segi penemuan cadangan baru, diperparah dengan fluktuasi harga minyak dunia, sehingga berdampak bagi kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. “Terobosan baru terus diusahakan oleh pemerintah agar pemanfaatan energi secara maksimal dengan harga yang terjangkau atau energi berkeadilan dapat dirasakan oleh rakyat,” kata Syamsuar.
Tren energi baru dan energi terbarukan (EBET) semakin meningkat. Hal ini didasari oleh energi baru dan energi terbarukan memiliki konsep keberlanjutan. “Namun, perkembangan ini harus mempertimbangkan aspek yang berkaitan dengan keekonomian, sistem dan kebijakan energi suatu daerah atau dinamakan transisi energi,” ungkapnya.
(dar)
Lihat Juga :