Demand Harus Dicreate, Jika Tidak Kelonggaran Kredit Sepi Peminat

Jum'at, 17 Juli 2020 - 22:31 WIB
loading...
Demand Harus Dicreate,...
Apabila para pebisnis nasibnya kurang diperhatikan, maka program relaksasi yang diberikan pemerintah akan kurang dirasakan manfaatnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 dinilai harus beriringan dengan kemajuan dengan dalam sektor dunia usaha. Apabila para pebisnis nasibnya kurang diperhatikan, maka program relaksasi yang diberikan pemerintah akan kurang dirasakan manfaatnya.

“Kalau demandnya nggak dicreate, kredit nggak ada yang minta. Padahal, target penyaluran kredit yang diminta pengawas cukup tinggi," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani dalam diskusi virtual, Jumat (17/7/2020).

(Baca Juga: Prediksi BI: Kredit Baru Diperkirakan Tumbuh di Kuartal III/2020 )

Dia mengimbau agar pemerintah untuk fokus dalam program penjaminan yakni berupa bantuan sosial dan bantuan langsung tunai. Dirinya memprediksi dengan adanya kebijakan itu akan membuat sektor UMKM kembali tenang dalam menjalankan usahanya.

"Menurut saya belanja APBN dan APBD harus lebih cepat, jadi menimbulkan demand, kalau demand meningkat otomatis perbankan akan menyalurkan kredit," katanya.

Menurut dia, pemerintah harus menggencarkan program penjaminan ketika pengusaha yang selama ini tergerus pemasukannya akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di mana PSBB membuat aktivitas pergerakan dibatasi.

“Bagaimana kalau dunia usaha tidak ada penawaran dikasih kredit? Kalau dipaksakan, malah jadi kredit macet 1-2 tahun ke depan," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Prabowo Sentil Pengusaha...
Prabowo Sentil Pengusaha Besar Suka Minta Restrukturisasi Kredit ke Pemerintah
Percepat Pemulihan Ekonomi...
Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh, Menko Airlangga Hapus Bunga dan Angsuran Pokok Debitur KUR
Lapor ke Purbaya, Pengusaha...
Lapor ke Purbaya, Pengusaha Tekstil Keluhkan Sulit Dapat Kredit Bank
Debitur Korban Bencana...
Debitur Korban Bencana Sumatera Dapat Relaksasi KUR hingga 3 Tahun
Insentif Likuiditas...
Insentif Likuiditas Kredit Forward Looking, Perlukah?
YesssCredit Perluas...
YesssCredit Perluas Inklusi Pembiayaan Digital ke Kota-Kota Kecil dan Berkembang
Tersangka Mantan Dirut...
Tersangka Mantan Dirut Sritex Iwan Kurniawan Cairkan Kredit Bank Pakai Invoice Fiktif
Rekomendasi
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved