Mencari Kebutuhan Lewat Online Kian Masif
Sabtu, 18 Juli 2020 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
"Kadang-kadang saya mulai suka belanja di online karena bisa pesan juga yang sesuai dengan selera. Biasanya membeli sepatu atau baju yang memang bisa di sesuaikan dengan keinginan (cutom),” akunya.
Terlebih selama pandemi virus corona semakin mendorong masyarakat menggunakan platform digital dalam melengkapi kebutuhan sehari-harinya. Kegiatan mencari kebutuhan melalui startup pun telah menjadi tren tersendiri. (Baca juga: Kominfo Optimistis Tahun 2024 akan Hadir Tiga Startup Unicorn)
Amelia, pengamat belanja, gaya hidup, dan mode menilai berbelanja melalui startup kini jadi euforia. Tetapi fenomena tersebut hanya sesaat saja. Masyarakat yang melek teknologi dan memahami media sosial pasti akan memanfaatkan belanja online
"Tetapi saya rasa euforia mencari barang kebutuhan melalui platform digital hanya sesaat saja, terlebih lagi saat ini momentnya memang tepat dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jadi belanja melalui online sadang 'naik daun'kembali. Menurut saya, bagaimana pun belanja ya esensinya harus melihat produk barangnya ada, bisa kita raba dan rasakan. Kalau di online hanya bisa melihat gambar seperti di foto atau majalah,"ujar wanita yang biasa disapa Miss Jinjing.
Menurut Amelia ada sensasi tersendiri saat kita berbelanja langsung ketimbang secara online. Jika berbelanja secara langsung pembeli bisa merasakan dan mencoba sendiri barang yang diinginkan, sedangkan berbelanja secara online, harus banyak mencari referensi dan detail melihat keterangan barang yang ingin dibeli.
"Sudah banyak startup lokal yang menawarkan produk fashion berkualitas dan bisa bersaing dangan brand ternama. Jadi tidak perlu keluar negeri untuk mencari busana yang sedang tren,"tambahnya.
Salah satu startup lokal yang menawarkan item fashion berkualitas adalah localbrand.co.id, Hijup, dan Berrybenka. "Beberapa startup ini bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan karya desainer Tanah Air ke mancanegara. Jadi tujuaannya bukan hanya untuk jualan saja, tetapi juga bisa menjadi memperkenalkan produk buatan dalam negeri,” tutur Amel. (Baca juga: Sekutu Netanyahu Tolak Aneksasi Tepi Barat)
Terlebih selama pandemi virus corona semakin mendorong masyarakat menggunakan platform digital dalam melengkapi kebutuhan sehari-harinya. Kegiatan mencari kebutuhan melalui startup pun telah menjadi tren tersendiri. (Baca juga: Kominfo Optimistis Tahun 2024 akan Hadir Tiga Startup Unicorn)
Amelia, pengamat belanja, gaya hidup, dan mode menilai berbelanja melalui startup kini jadi euforia. Tetapi fenomena tersebut hanya sesaat saja. Masyarakat yang melek teknologi dan memahami media sosial pasti akan memanfaatkan belanja online
"Tetapi saya rasa euforia mencari barang kebutuhan melalui platform digital hanya sesaat saja, terlebih lagi saat ini momentnya memang tepat dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jadi belanja melalui online sadang 'naik daun'kembali. Menurut saya, bagaimana pun belanja ya esensinya harus melihat produk barangnya ada, bisa kita raba dan rasakan. Kalau di online hanya bisa melihat gambar seperti di foto atau majalah,"ujar wanita yang biasa disapa Miss Jinjing.
Menurut Amelia ada sensasi tersendiri saat kita berbelanja langsung ketimbang secara online. Jika berbelanja secara langsung pembeli bisa merasakan dan mencoba sendiri barang yang diinginkan, sedangkan berbelanja secara online, harus banyak mencari referensi dan detail melihat keterangan barang yang ingin dibeli.
"Sudah banyak startup lokal yang menawarkan produk fashion berkualitas dan bisa bersaing dangan brand ternama. Jadi tidak perlu keluar negeri untuk mencari busana yang sedang tren,"tambahnya.
Salah satu startup lokal yang menawarkan item fashion berkualitas adalah localbrand.co.id, Hijup, dan Berrybenka. "Beberapa startup ini bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan karya desainer Tanah Air ke mancanegara. Jadi tujuaannya bukan hanya untuk jualan saja, tetapi juga bisa menjadi memperkenalkan produk buatan dalam negeri,” tutur Amel. (Baca juga: Sekutu Netanyahu Tolak Aneksasi Tepi Barat)
Lihat Juga :