Mencari Kebutuhan Lewat Online Kian Masif
Sabtu, 18 Juli 2020 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Tingginya minat masyarakat yang mencari segala kebutuhannya melalui platform digital juga ditegaskan peneliti center of digital society (CfDS) Tony Seno. Menurut dia, selama masa pandemi ini memang terjadi peningkatan transaksi digital di kalangan masyarakat. Terlebih lagi, saat diberlakukannya PSBB.
"Dengan adanya covid-19 ini maka kita lihat masyarakat semakin sering berbelanja secara online. Tingginya angka konsumsi masyarakat secara digital ini diproyeksi akan terus terjaga hingga masa pandemi covid-19 berlalu,"jelas Tony.
Meningkatnya transaksi berbelanja digital ini, kata Tony sesuai dengan riset McKinsey & Company. Yakni 34 persen orang Indonesia mengakui adanya peningkatan belanja makanan secara daring.
Kemudian, masih mengacu ke riset McKinsey & Company, 30 persen orang Indonesia juga mengatakan mencari kebutuhan dasar secara daring mengalami peningkatan. (Lihat videonya: Pemulung Bawa Uang Rp7 Juta Hasil Jual Bansos Covid-19)
"Berbelanja kebutuhan yang lain semakin sering dilakukan secara online. Perubahan behavior ini kelihatannya setelah kita melewati covid dan ini angkanya bisa mencapai 72 persen," papar dia.
Tony menambahkan, saat ini pertumbuhan e-commerce dalam negeri sedang dalam masa pesatnya, banyak pemain lokal yang berpotensi besar dan produk yang dijual tidak kalah berkualitas. Terbukti, beberapa e-commerce lokal terkenal hingga keluar negeri. Survei perusahaan konsultan pemasaranMarkPlus,Inc menunjukkan transaksi belanja ritel secara daring atau online meningkat hingga enam kali lipat dari 4,7 persen menjadi 28,9 persen selama masa pandemi Covid-19. (Aprilia S Andyna)
"Dengan adanya covid-19 ini maka kita lihat masyarakat semakin sering berbelanja secara online. Tingginya angka konsumsi masyarakat secara digital ini diproyeksi akan terus terjaga hingga masa pandemi covid-19 berlalu,"jelas Tony.
Meningkatnya transaksi berbelanja digital ini, kata Tony sesuai dengan riset McKinsey & Company. Yakni 34 persen orang Indonesia mengakui adanya peningkatan belanja makanan secara daring.
Kemudian, masih mengacu ke riset McKinsey & Company, 30 persen orang Indonesia juga mengatakan mencari kebutuhan dasar secara daring mengalami peningkatan. (Lihat videonya: Pemulung Bawa Uang Rp7 Juta Hasil Jual Bansos Covid-19)
"Berbelanja kebutuhan yang lain semakin sering dilakukan secara online. Perubahan behavior ini kelihatannya setelah kita melewati covid dan ini angkanya bisa mencapai 72 persen," papar dia.
Tony menambahkan, saat ini pertumbuhan e-commerce dalam negeri sedang dalam masa pesatnya, banyak pemain lokal yang berpotensi besar dan produk yang dijual tidak kalah berkualitas. Terbukti, beberapa e-commerce lokal terkenal hingga keluar negeri. Survei perusahaan konsultan pemasaranMarkPlus,Inc menunjukkan transaksi belanja ritel secara daring atau online meningkat hingga enam kali lipat dari 4,7 persen menjadi 28,9 persen selama masa pandemi Covid-19. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :