Soal Impor Beras Saat Panen Raya, Buwas: Saya Nunggu Aja, Kan Operator!

Senin, 20 Maret 2023 - 19:59 WIB
loading...
Soal Impor Beras Saat...
Soal impor beras jilid II, Buwas mengaku hanya menunggu perintah saja. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Stok cadangan beras pemerintah (CBP) Perum Bulog per hari ini tersisa 230.000 ton. Padahal perusahaan baru saja menerima penugasan dari Presiden Jokowi untuk menggelontorkan 210.000 ton beras menjelang Ramadan tahun ini.

Baca juga: Soal Rencana Impor Beras 500 Ribu Ton, Bulog dan Badan Pangan Kompak Bilang Begini

Jika suplai beras melalui operasi pasar dilakukan, maka sisa CBP di gudang Bulog hanya 20.000 ton saja. Sementara serapan beras yang ditargetkan baru mencapai 30.000 ton, dengan begitu kapasitas ketersediaan saat ini hanya berada di angka 50.000 ton.

Di lain sisi, Bulog juga harus mendistribusikan bantuan sosial (bansos) beras dengan persentase 200.000 ton setiap bulannya yang dimulai pada Maret ini. Total beras bansos yang harus disuplai hingga Mei 2023 mencapai 600.000 ton.

Lantas, dengan keterbatasan pasokan komoditas itu pemerintah perlu menugaskan Bulog kembali melaksanakan impor beras ?

Direktur Utama Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan pihaknya hanya sebagai operator atau pelaksana tugas. Bila pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghendaki adanya impor, maka pilihan itu menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sinyal impor besar jilid II memang sudah disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI beberapa waktu. Pemerintah membuka opsi mendatangkan 500.000 ton beras.

Meski opsi tersebut sudah disampaikan dalam rapat kerja, setelah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas), keputusan akan ini belum diumumkan.

"Itu kan Mendag, yang kemarin yang sampaikan dari Mendag ya, melalui rakortas. Saya nunggu aja, kan saya operator ya, tinggal perintahnya apa kita laksanakan gitu lho. Jadi nanti ada keputusan," ungkap Buwas saat ditemui di Gedung DPR, Senin (20/3/2023).

Menanggapi situasi itu, Ketua Komisi IV DPR Sudin menilai impor berdasarkan keputusan pemerintah. Hanya saja, kebijakan itu harus didasarkan pada kondisi produksi dalam negeri.

Sudin memandang jika produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu tertentu, maka impor beras bukan opsi tepat.

"Kalau data produksinya benar dan mencukupi, kalau saya secara pribadi sebagai Ketua Komisi IV tidak setuju impor. Kalau data produksinya tidak valid, maka akan terjadi hal yang kurang baik terhadap kita karena beras adalah pangan yang paling utama. Jadi masalah impor monggo silakan, keputusan pemerintah bukan urusan kami," tutur Sudin.

Impor beras jilid II memang jadi polemik, sebab dilakukan saat panen raya terjadi mulai Februari, Maret hingga April. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengatakan, panen pada Februari berasal dari 1 juta hektare sawah, sedangkan pada Maret seluas 1,9 juta hektare.

Baca juga: 15 Negara yang Blokir TikTok, Pegawai Negeri dan Kementerian Tidak Boleh TikTokan

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi memprediksi produksi beras selama panen raya pada Maret hingga Mei bisa mencapai 9 juta ton. Bulog sendiri menargetkan penyerapan dalam negeri selama panen raya sebanyak 1,7 juta ton, atau 70% dari total target CBP tahun ini sebanyak 2,4 juta ton.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Penuhi Kebutuhan Konsumsi...
Penuhi Kebutuhan Konsumsi Jemaah, Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara
Muhammadiyah Terima...
Muhammadiyah Terima Amanah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan Kemanusiaan UEA bagi Korban Banjir
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved