Perjalanan Rusia Bangkit dari Keruntuhan Ekonomi Era Soviet, Kini Menegaskan Konsistensi
Kamis, 23 Maret 2023 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
1914 - Persaingan Rusia-Austria di Balkan berkontribusi pada pecahnya Perang Dunia Pertama, di mana Rusia berperang bersama Inggris dan Prancis.
1917 - Nicholas II turun tahta. Kaum revolusioner Bolshevik yang dipimpin oleh Lenin menggulingkan pemerintahan sementara dan mengambil alih kekuasaan.
1918-22 - Perang saudara antara Tentara Merah dan Rusia Putih anti-komunis.
1922 - Bolshevik menata kembali sisa-sisa Kekaisaran Rusia sebagai Uni Republik Sosialis Soviet.
1945 - Kemenangan Sekutu atas Nazi Jerman diikuti dengan pembentukan hegemoni Soviet yang cepat di Eropa Tengah dan Timur hingga Balkan. Akhir perang melihat dimulainya dekade persaingan Perang Dingin dengan Barat.
1953 - Kematian diktator Joseph Stalin mengantarkan pemerintahan menjadi kurang represif di dalam negeri, meskipun dominasi politik Partai Komunis ditegakkan dengan kuat.
1991 - Rusia merdeka ketika Uni Soviet runtuh dan bersama dengan Ukraina serta Belarus, membentuk Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, yang akhirnya bergabung dengan sebagian besar bekas republik Soviet.
2000 - Perdana Menteri Vladimir Putin mengambil alih sebagai presiden atas pengunduran diri Boris Yeltsin, memulai orientasi ulang Rusia yang mantap dari demokrasi dan kerja sama dengan Barat menuju politik yang lebih nasionalis dan otoriter.
2014 - Rusia merebut wilayah Ukraina di Krimea.
2015 - Rusia memulai intervensi bersenjata di Suriah untuk mendukung sekutu Presiden Bashar al-Assad.
2022 - Rusia menginvasi Ukraina, mendorong pertikaian Timur-Barat terbesar sejak Perang Dingin.
1917 - Nicholas II turun tahta. Kaum revolusioner Bolshevik yang dipimpin oleh Lenin menggulingkan pemerintahan sementara dan mengambil alih kekuasaan.
1918-22 - Perang saudara antara Tentara Merah dan Rusia Putih anti-komunis.
1922 - Bolshevik menata kembali sisa-sisa Kekaisaran Rusia sebagai Uni Republik Sosialis Soviet.
1945 - Kemenangan Sekutu atas Nazi Jerman diikuti dengan pembentukan hegemoni Soviet yang cepat di Eropa Tengah dan Timur hingga Balkan. Akhir perang melihat dimulainya dekade persaingan Perang Dingin dengan Barat.
1953 - Kematian diktator Joseph Stalin mengantarkan pemerintahan menjadi kurang represif di dalam negeri, meskipun dominasi politik Partai Komunis ditegakkan dengan kuat.
1991 - Rusia merdeka ketika Uni Soviet runtuh dan bersama dengan Ukraina serta Belarus, membentuk Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, yang akhirnya bergabung dengan sebagian besar bekas republik Soviet.
2000 - Perdana Menteri Vladimir Putin mengambil alih sebagai presiden atas pengunduran diri Boris Yeltsin, memulai orientasi ulang Rusia yang mantap dari demokrasi dan kerja sama dengan Barat menuju politik yang lebih nasionalis dan otoriter.
2014 - Rusia merebut wilayah Ukraina di Krimea.
2015 - Rusia memulai intervensi bersenjata di Suriah untuk mendukung sekutu Presiden Bashar al-Assad.
2022 - Rusia menginvasi Ukraina, mendorong pertikaian Timur-Barat terbesar sejak Perang Dingin.
(akr)
Lihat Juga :