Didorong Efektivitas Fiskal, Ekonomi RI 2020 Diprediksi Tumbuh 0,1%
Minggu, 19 Juli 2020 - 19:43 WIB
loading...
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2020 diperkirakan -5,1% secara tahunan (yoy). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2020 diperkirakan -5,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau direvisi dari pertumbuhan -1% yoy pada prediksi sebelumnya.
Dengan proyeksi tersebut, maka pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 secara keseluruhan (full-year) juga direvisi dari +1,8% yoy menjadi +0,1% yoy.
Kepala ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean menuturkan, pertumbuhan ekonomi 0,1% didasarkan pada asumsi bahwa pemerintah berhasil secara efektif mendorong perekonomian lewat stimulus fiskal di semester kedua 2020 dan merealisasikan target defisit fiskal mencapai paling tidak 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Karena dorongan fiskal yang efektif sangat penting agar potensi pertumbuhan ekonomi di semester kedua dapat tetap berada pada zona yang positif,” kata Adrian saat dihubungi di Jakarta, Minggu (19/7/2020). (Baca juga: Ramalan Pengusaha Muda Soal Ekonomi RI Kuartal II Lebih Buruk dari Pemerintah )
Terkait nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) Adrian juga menyampaikan revisi dari rerata-tahunan 15.625 menjadi 14.550. Hal ini karena perubahan pandangannya terhadap USD Index.
Dengan proyeksi tersebut, maka pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 secara keseluruhan (full-year) juga direvisi dari +1,8% yoy menjadi +0,1% yoy.
Kepala ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean menuturkan, pertumbuhan ekonomi 0,1% didasarkan pada asumsi bahwa pemerintah berhasil secara efektif mendorong perekonomian lewat stimulus fiskal di semester kedua 2020 dan merealisasikan target defisit fiskal mencapai paling tidak 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Karena dorongan fiskal yang efektif sangat penting agar potensi pertumbuhan ekonomi di semester kedua dapat tetap berada pada zona yang positif,” kata Adrian saat dihubungi di Jakarta, Minggu (19/7/2020). (Baca juga: Ramalan Pengusaha Muda Soal Ekonomi RI Kuartal II Lebih Buruk dari Pemerintah )
Terkait nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) Adrian juga menyampaikan revisi dari rerata-tahunan 15.625 menjadi 14.550. Hal ini karena perubahan pandangannya terhadap USD Index.
Lihat Juga :