Lampaui Target, RMKE Kantongi Pendapatan Rp2,7 Triliun di 2022
Selasa, 04 April 2023 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Adapun laba kotor yang berasal dari segmen jasa batu bara sebesar Rp181,9 miliar atau meningkat 89,9% YoY dan berkontribusi sebesar 30,9% total laba kotor Perseroan.
Lebih lanjut, William mengungkapkan, Energy security menjadi peluang bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri maupun luar negeri.
Sebab pada tahun 2022, Perseroan menargetkan angkutan volume jasa bongkar kereta dan muat tongkang batu bara masing-masing sebesar 7,8 juta MT dan telah tercapai 149,5% dan 100,2% dari target tahun 2022.
"Untuk segmen penjualan batu bara, manajemen menargetkan volume sebesar 2,5 juta ton di mana 50% target tersebut berasal dari tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim,” bebernya.
Baca juga: Transisi Energi Tidak Mudah, Pemensiunan Batu Bara Picu Dilema
Pada akhir tahun 2022, imbuh William, volume penjualan batu bara sebesar 2,5 juta MT atau telah mencapai 100,0% target tahun ini. “Pada tahun ini juga Perseroan telah berhasil mempertahankan zero fatality selama 3 tahun terakhir," tandasnya.
Direktur Keuangan Perseroan Vincent Saputra juga menambahkan, pada tahun 2022 Perseroan menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp2,5 triliun dan laba usaha sebesar Rp398,2 miliar, dan telah tercapai masing-masing sebesar 105,3% dan 101,5%.
Pencapaian target tersebut mendukung Perseroan untuk menjaga rasio keuangan (EBITDA terhadap beban kewajiban), di atas ketentuan minimum credit covenant yaitu sebesar 14,3 kali.
Lebih lanjut, William mengungkapkan, Energy security menjadi peluang bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri maupun luar negeri.
Sebab pada tahun 2022, Perseroan menargetkan angkutan volume jasa bongkar kereta dan muat tongkang batu bara masing-masing sebesar 7,8 juta MT dan telah tercapai 149,5% dan 100,2% dari target tahun 2022.
"Untuk segmen penjualan batu bara, manajemen menargetkan volume sebesar 2,5 juta ton di mana 50% target tersebut berasal dari tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim,” bebernya.
Baca juga: Transisi Energi Tidak Mudah, Pemensiunan Batu Bara Picu Dilema
Pada akhir tahun 2022, imbuh William, volume penjualan batu bara sebesar 2,5 juta MT atau telah mencapai 100,0% target tahun ini. “Pada tahun ini juga Perseroan telah berhasil mempertahankan zero fatality selama 3 tahun terakhir," tandasnya.
Direktur Keuangan Perseroan Vincent Saputra juga menambahkan, pada tahun 2022 Perseroan menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp2,5 triliun dan laba usaha sebesar Rp398,2 miliar, dan telah tercapai masing-masing sebesar 105,3% dan 101,5%.
Pencapaian target tersebut mendukung Perseroan untuk menjaga rasio keuangan (EBITDA terhadap beban kewajiban), di atas ketentuan minimum credit covenant yaitu sebesar 14,3 kali.
Lihat Juga :