Terima Rekomendasi BPKP, Luhut Belum Putuskan Tolak Impor KRL Bekas
Senin, 10 April 2023 - 14:05 WIB
loading...
Menko Marves Luhut B. Pandjaitan masih melihat masukan-masukan soal impor KRL bekas. Foto/HeriPurnomo/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini terus menerima berbagai masukan terkait impor KRL bekas dari Jepang yang direncanakan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Meskipun demikin, Luhut mengaku masih mengacu kepada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan tidak merekomendasikan untuk melakukan impor.
Baca juga: Hasil Audit BPKP Sudah Clear, Nafsu Impor KRL Bekas Harusnya Berakhir
"'Kita hanya lihat dari audit saja, nanti kalo ada pertimbangan lain dari hasil audit ini kita liat," kata Luhut usai konfrensi pers update Kerja Sama Indonesia-Tiongkok, Senin (10/4/2023).
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan bahwa akan ada rapat lanjutan terkait dengan pengkajian permasalahan impor KRL secara komprehensif. Menurutnya, opsi impor ataupun retrofit tidak menghasilkan adanya kenaikan kapasitas, melainkan hanya mengganti rangkaian KRL yang sudah tua.
"Sementara yang kita butuhkan ya kapasitasnya itu harus bisa naik. Saya kira itu juga yang dikerjakan oleh teman-teman Kementerian BUMN, dan ini pasti akan ada rapat lanjutan," katanya.
Sementara itu, ketika ditanya terkait apakah masih ada opsi pemerintah untuk melakukan impor KRL bekas dari Jepang, Seto hanya mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih mengacu terhadap hasil audit dari BPKP.
Baca juga: Hasil Audit BPKP Sudah Clear, Nafsu Impor KRL Bekas Harusnya Berakhir
"'Kita hanya lihat dari audit saja, nanti kalo ada pertimbangan lain dari hasil audit ini kita liat," kata Luhut usai konfrensi pers update Kerja Sama Indonesia-Tiongkok, Senin (10/4/2023).
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan bahwa akan ada rapat lanjutan terkait dengan pengkajian permasalahan impor KRL secara komprehensif. Menurutnya, opsi impor ataupun retrofit tidak menghasilkan adanya kenaikan kapasitas, melainkan hanya mengganti rangkaian KRL yang sudah tua.
"Sementara yang kita butuhkan ya kapasitasnya itu harus bisa naik. Saya kira itu juga yang dikerjakan oleh teman-teman Kementerian BUMN, dan ini pasti akan ada rapat lanjutan," katanya.
Sementara itu, ketika ditanya terkait apakah masih ada opsi pemerintah untuk melakukan impor KRL bekas dari Jepang, Seto hanya mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih mengacu terhadap hasil audit dari BPKP.
Lihat Juga :