China Hadapi Krisis Populasi, Mayoritas Wanitanya Ogah Punya Anak
Senin, 17 April 2023 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Biro Statistik Nasional China melaporkan, bahwa populasi mengalami penurunan menjadi 1,412 miliar tahun lalu dari 1,413 miliar pada 2021. Tingkat pertumbuhan alami berada dalam jalur negatif untuk pertama kalinya sejak 1960, menurut data Wind.
Karir dan Kebebasan Tetap Jadi Prioritas
China memiliki populasi ibu yang lebih besar dalam angkatan kerja dibandingkan dengan negara-negara di Barat, disampaikan oleh Andy Xie, seorang ekonom independen.
"Ada keinginan untuk berkarier di China, namun menjadi ibu rumah tangga tidak pernah menjadi tujuan. Hal itu bahkan tidak muncul di radar (pikiran) bagi kebanyakan wanita," kata Xie.
Karena semakin banyak wanita yang mencapai kualifikasi lebih tinggi dan naik pangkat di tempat kerja, membuat mereka mengharapkan suami mereka berpenghasilan lebih dari mereka, menurut Xie.
Pada tahun 2020, siswa perempuan menyumbang hampir 42% dari pendaftaran gelar doktor, dan jumlah wanita yang terdaftar untuk gelar master secara signifikan lebih tinggi daripada pria, seperti diperlihatkan data Statista.
"Pria menghadapi beban yang luar biasa karena wanita akan menuntut keamanan finansial dari mereka," dan pada gilirannya juga tidak ingin menikah, menurut Xie yang mengatakan bahwa "orang dulu dikritik karena lajang, tetapi kini tidak ada stigma sosial terhadapnya lagi."
Karir dan Kebebasan Tetap Jadi Prioritas
China memiliki populasi ibu yang lebih besar dalam angkatan kerja dibandingkan dengan negara-negara di Barat, disampaikan oleh Andy Xie, seorang ekonom independen.
"Ada keinginan untuk berkarier di China, namun menjadi ibu rumah tangga tidak pernah menjadi tujuan. Hal itu bahkan tidak muncul di radar (pikiran) bagi kebanyakan wanita," kata Xie.
Karena semakin banyak wanita yang mencapai kualifikasi lebih tinggi dan naik pangkat di tempat kerja, membuat mereka mengharapkan suami mereka berpenghasilan lebih dari mereka, menurut Xie.
Pada tahun 2020, siswa perempuan menyumbang hampir 42% dari pendaftaran gelar doktor, dan jumlah wanita yang terdaftar untuk gelar master secara signifikan lebih tinggi daripada pria, seperti diperlihatkan data Statista.
"Pria menghadapi beban yang luar biasa karena wanita akan menuntut keamanan finansial dari mereka," dan pada gilirannya juga tidak ingin menikah, menurut Xie yang mengatakan bahwa "orang dulu dikritik karena lajang, tetapi kini tidak ada stigma sosial terhadapnya lagi."
Lihat Juga :