China Hadapi Krisis Populasi, Mayoritas Wanitanya Ogah Punya Anak
Senin, 17 April 2023 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Awen, seorang desainer freelance berusia 31 tahun dari Shenzhen mengatakan, dia senang menjadi jomblo hingga sekarang. Semua wanita yang berbagi pengalaman pribadi mereka untuk cerita ini hanya nyaman menyampaikan indentitas mereka sebatas nama depan saja.
"Menabung dan fokus pada karir adalah prioritas saya sekarang, saya sudah merasa sangat lelah setelah bekerja, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tua dengan anak-anak," ungkapnya.
Dia mengatakan, sebagian besar suami di China sering tidak memainkan peran penting dalam pengasuhan anak, dan beban jatuh sepenuhnya pada ibu.
"Banyak wanita tidak ingin menikah karena pekerjaan rumah tangga dan tugas mengasuh anak akan jatuh jadi tanggung jawab mereka," kata Awen.
"Jadi jika wanita merasa bahwa mereka perlu melakukan pekerjaan rumah tangga, mendapatkan uang, dan melakukan semuanya sendiri, mengapa tidak sendirian saja?"
"Orang tua saya ingin garis keturunan kami tetap hidup, jadi itu berarti memiliki banyak anak dan cucu," kata Awen.
"Menabung dan fokus pada karir adalah prioritas saya sekarang, saya sudah merasa sangat lelah setelah bekerja, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang tua dengan anak-anak," ungkapnya.
Dia mengatakan, sebagian besar suami di China sering tidak memainkan peran penting dalam pengasuhan anak, dan beban jatuh sepenuhnya pada ibu.
"Banyak wanita tidak ingin menikah karena pekerjaan rumah tangga dan tugas mengasuh anak akan jatuh jadi tanggung jawab mereka," kata Awen.
"Jadi jika wanita merasa bahwa mereka perlu melakukan pekerjaan rumah tangga, mendapatkan uang, dan melakukan semuanya sendiri, mengapa tidak sendirian saja?"
"Orang tua saya ingin garis keturunan kami tetap hidup, jadi itu berarti memiliki banyak anak dan cucu," kata Awen.
(akr)
Lihat Juga :