Ini Syarat agar BI Turunkan Suku Bunga di Bawah 5,75 Persen
Selasa, 18 April 2023 - 19:47 WIB
loading...
Bank Indonesia diprediksi menjaga suku bunga saat ini hingga akhir tahun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia ( BI ) diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada angka 5,75% setidaknya hingga akhir tahun. Menurutnya, BI memiliki ruang untuk memangkas suku bunga di tahun depan, tentunya setelah angka inflasi kembali berada di bawah 4% atau sesuai dengan target 3% plus minus 1% di akhir tahun.
Baca juga: Resmi, Filianingsih Hendarta Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan, walaupun sejauh ini inflasi masih terkendali dan rupiah cenderung menguat, BI dirasa perlu mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap ketidakpastian global yang masih tinggi sehingga penahanan suku bunga dinilai sebagai keputusan yang tepat.
“Jadi saya pikir sampai akhir tahun akan tetap di 5,75%. Kita harapkan kondisi inflasi tetap terkendali dan rupiah terjaga,” ujar Josua kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (18/4/2023).
Kendati demikian, Josua mengatakan langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi bank sentral Amerika Serikat Federal Reserves (The Fed) yang diproyeksikan akan mulai memangkas suku bunga di tahun depan.
Senada, Ekonom Ryan Kiryanto melihat adanya pola-pola yang diterapkan oleh bank sentral di sejumlah negara maju. Ryan mengatakan bank sentral cenderung bergerak agresif untuk menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi secepat mungkin, walaupun akan berdampak pada ekonomi nasionalnya. Setelah itu, suku bunga akan diturunkan ketika inflasi melandai dan ekonomi pun mulai menggeliat naik.
Menurut Ryan, langkah serupa juga dilakukan oleh Bank Indonesia melalui pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk melakukan pengendalian inflasi upfront atau melakukan pengendalian inflasi di depan dan baru akan menurunkan suku bunga ketika inflasi mencapai target.
Baca juga: Resmi, Filianingsih Hendarta Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan, walaupun sejauh ini inflasi masih terkendali dan rupiah cenderung menguat, BI dirasa perlu mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap ketidakpastian global yang masih tinggi sehingga penahanan suku bunga dinilai sebagai keputusan yang tepat.
“Jadi saya pikir sampai akhir tahun akan tetap di 5,75%. Kita harapkan kondisi inflasi tetap terkendali dan rupiah terjaga,” ujar Josua kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (18/4/2023).
Kendati demikian, Josua mengatakan langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi bank sentral Amerika Serikat Federal Reserves (The Fed) yang diproyeksikan akan mulai memangkas suku bunga di tahun depan.
Senada, Ekonom Ryan Kiryanto melihat adanya pola-pola yang diterapkan oleh bank sentral di sejumlah negara maju. Ryan mengatakan bank sentral cenderung bergerak agresif untuk menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi secepat mungkin, walaupun akan berdampak pada ekonomi nasionalnya. Setelah itu, suku bunga akan diturunkan ketika inflasi melandai dan ekonomi pun mulai menggeliat naik.
Menurut Ryan, langkah serupa juga dilakukan oleh Bank Indonesia melalui pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk melakukan pengendalian inflasi upfront atau melakukan pengendalian inflasi di depan dan baru akan menurunkan suku bunga ketika inflasi mencapai target.
Lihat Juga :