Jual 8,8 Juta Ton Batu Bara di Awal 2023, Bukit Asam Raup Laba Rp1,2 Triliun
Jum'at, 28 April 2023 - 21:42 WIB
loading...
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun di tiga bulan pertama tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun di tiga bulan pertama tahun 2023 ini. Sementara pendapatan perseroan di kuartal I 2023 tercatat Rp10 triliun.
Baca Juga: Siapkan Tanjung Enim Jadi Kota Wisata, PTBA Hadirkan Waterpark
Adapun pencapaian laba bersih pada periode ini didukung oleh peningkatan kinerja operasional perseroan. Di mana, total produksi batu bara PTBA mencapai 6,8 juta ton, tumbuh 7% dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 6,3 juta ton.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Apollonius Andwie mengungkapkan, bahwa kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 26% menjadi 8,8 juta ton. Di samping itu pada kuartal I 2023, perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 3,6 juta ton atau naik 59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sedangkan realisasi domestic market obligation (DMO) perseroan tercatat sebesar 5,2 juta ton atau tumbuh 10% secara tahunan,” kata Apollonius dalam siaran pers, Jumat (28/4/2023).
Baca Juga: Jaga Kepatuhan Hukum, PTBA Gandeng Kejari Muara Enim
Apollonius menyebutkan, sejumlah tantangan yang akan dihadapi perseroan sepanjang tahun ini, antara lain koreksi harga batu bara, fluktuasi pasar, hingga kondisi geopolitik. Sebagai informasi, harga pokok penjualan mengalami kenaikan, yang disebabkan oleh biaya jasa penambangan, bahan bakar, royalti, angkutan kereta api.
Baca Juga: Siapkan Tanjung Enim Jadi Kota Wisata, PTBA Hadirkan Waterpark
Adapun pencapaian laba bersih pada periode ini didukung oleh peningkatan kinerja operasional perseroan. Di mana, total produksi batu bara PTBA mencapai 6,8 juta ton, tumbuh 7% dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 6,3 juta ton.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Apollonius Andwie mengungkapkan, bahwa kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 26% menjadi 8,8 juta ton. Di samping itu pada kuartal I 2023, perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 3,6 juta ton atau naik 59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sedangkan realisasi domestic market obligation (DMO) perseroan tercatat sebesar 5,2 juta ton atau tumbuh 10% secara tahunan,” kata Apollonius dalam siaran pers, Jumat (28/4/2023).
Baca Juga: Jaga Kepatuhan Hukum, PTBA Gandeng Kejari Muara Enim
Apollonius menyebutkan, sejumlah tantangan yang akan dihadapi perseroan sepanjang tahun ini, antara lain koreksi harga batu bara, fluktuasi pasar, hingga kondisi geopolitik. Sebagai informasi, harga pokok penjualan mengalami kenaikan, yang disebabkan oleh biaya jasa penambangan, bahan bakar, royalti, angkutan kereta api.
Lihat Juga :