Dunia Kerja Berubah Total 5 Tahun ke Depan, WEF: 83 Juta Jenis Pekerjaan Bakal Hilang

Jum'at, 05 Mei 2023 - 06:44 WIB
loading...
A A A
"Sebagian terjadi bukan karena ini adalah pekerjaan yang tidak aman, bergaji rendah, dan berketerampilan rendah di seluruh dunia. Ini adalah keterampilan yang lebih tinggi, nilai tambah pekerjaan yang lebih tinggi yang dimungkinkan oleh teknologi di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan," katanya.

AI digambarkan sebagai "pendorong utama potensi perpindahan algoritmik" peran dalam laporan itu, dan hampir 75% perusahaan yang disurvei diperkirakan bakal mengadopsi teknologi tersebut. Sekitar 50% dari perusahaan mengharapkan pekerjaan baru akan diciptakan sebagai hasilnya, sementara 25% memprediksi terjadinya penurunan pekerjaan.

Teknologi juga bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam hal terjadinya gangguan pada bidang ketenagakerjaan, menurut WEF. Bahkan, ia berada di urutan keenam dalam daftar faktor yang menyebabkan penciptaan atau penghapusan lapangan kerja.

"Ini juga adanya pertumbuhan ekonomi dan yang cukup hangat saat ini yakni soal keberlanjutan dan kebangkitan ekonomi hijau, juga perubahan rantai pasokan dan apa yang terjadi di era 'deglobalisasi' ini," kata Zahidi.

Perusahaan menjadi lebih hijau dan mengadopsi standar lingkungan, sosial dan tata kelola yang lebih tinggi adalah dua pendorong terbesar penciptaan lapangan kerja, kata perusahaan yang disurvei. Sementara perlambatan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan menjadi kontributor utama hilangnya pekerjaan.

Faktor-faktor lain yang juga cenderung menyebabkan penurunan pekerjaan di tahun-tahun mendatang termasuk di antaranya adalah dampak dari pandemi Covid-19, kekurangan pasokan, dan krisis biaya hidup secara global.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Akses Pelatihan AI dan Coding untuk Guru melalui Ruang GTK
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Rekomendasi
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Berita Terkini
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Infografis
Siap-siap, Tarif PPN...
Siap-siap, Tarif PPN Bakal Naik 12% Mulai Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved