Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula
Rabu, 22 Juli 2020 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya pemilihan lokasi yang bersifat sunset adalah kedekatan calon konsumen (user) yang tidak jauh dari lahan yang dibangun. Calon konsumen berada di sekitar lokasi yang dipilih. Sebagai contoh, perumahan-perumahan yang sudah ada adalah potensi calon konsumen dimaksud, di mana penghuni perumahan tersebut sudah memiliki keturunan (anak) yang secara usia sudah membutuhkan hunian baru. Mereka juga pada umumnya memilih hunian yang tidak jauh dari rumah orang tuanya. (Baca juga: Menikmati Eksotika Danau Singkarak dari Ketinggian Aur Serumpun)
Pertimbangan pemilihan lokasi baik yang bersifat sunrise maupun yang bersifat sunset diperlukan kajian secara cermat dan matang. Walhasil, proyek yang dibangun bisa dilaksanakan sesuai dengan target yang direncanakan, baik dari sisi rencana penjualan, rencana pembangunan, maupun dari sisi waktu yang ditargetkan.
Berbicara tentang lokasi, erat kaitannya dengan permasalahan legalitas lahan. Persoalan legalitas lahan memiliki sifat yang sangat penting sehingga diperlukan langkah check and recheck. Walhasil, lahan yang dipilih memiliki legalitas yang sah secara hukum atau tidak bersengketa, jelas hak kepemilikannya, jelas secara ukuran, dan jelas secara harga yang ditawarkan. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di Rumah Tetangga)
Setelah didapat lokasi yang akan dibangun dan secara legalitas lahan dinyatakan clear and clean, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan dari sisi teknik, yaitu membuat siteplan, berdasarkan luas, bentuk, dan kontur lahan.
Dalam kegiatan ini disarankan melibatkan tenaga-tenaga ahli, seperti ahli teknik sipil sehingga siteplan yang dibuat bisa menggambarkan rencana proyek, baik dari sisi lahan komersial untuk dijual serta fasilitas umum dan sosial yang harus disediakan. Pembuatan siteplan adalah kegiatan awal yang menjadi dasar perumusan rencana anggaran proyek (RAP).
Pertimbangan pemilihan lokasi baik yang bersifat sunrise maupun yang bersifat sunset diperlukan kajian secara cermat dan matang. Walhasil, proyek yang dibangun bisa dilaksanakan sesuai dengan target yang direncanakan, baik dari sisi rencana penjualan, rencana pembangunan, maupun dari sisi waktu yang ditargetkan.
Berbicara tentang lokasi, erat kaitannya dengan permasalahan legalitas lahan. Persoalan legalitas lahan memiliki sifat yang sangat penting sehingga diperlukan langkah check and recheck. Walhasil, lahan yang dipilih memiliki legalitas yang sah secara hukum atau tidak bersengketa, jelas hak kepemilikannya, jelas secara ukuran, dan jelas secara harga yang ditawarkan. (Lihat videonya: Miris, Tak Punya HP Anak Pemulung Numpang Belajar di Rumah Tetangga)
Setelah didapat lokasi yang akan dibangun dan secara legalitas lahan dinyatakan clear and clean, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan dari sisi teknik, yaitu membuat siteplan, berdasarkan luas, bentuk, dan kontur lahan.
Dalam kegiatan ini disarankan melibatkan tenaga-tenaga ahli, seperti ahli teknik sipil sehingga siteplan yang dibuat bisa menggambarkan rencana proyek, baik dari sisi lahan komersial untuk dijual serta fasilitas umum dan sosial yang harus disediakan. Pembuatan siteplan adalah kegiatan awal yang menjadi dasar perumusan rencana anggaran proyek (RAP).
(ysw)
Lihat Juga :