Durian dan Kelapa Turut Membuat Neraca Perdagangan Surplus

Rabu, 22 Juli 2020 - 15:54 WIB
loading...
A A A
Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan, Indonesia berpeluang besar menjadi negara eksportir utama buah durian ke Asia Timur. Potensi nilai pasar yang bisa diraih tidak main-main, bisa mencapai USD2 miliar per tahun. nilai sebsar itu setara dengan ekspor produk kayu Indonesia ke China.

Perlu diketahui ekspor Durian dari Sumut ini bukan berbentuk buah gelondongan. Durian yang diekspor ini sudah berbentuk beku (pasta), yang dikemas dalam plastik yang kedap udara dan disimpan dengan suhu minus 15 hingga minus 20 derajat celcius agar kualitas durian tetap baik dan aman dikonsumsi.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan, Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan negara lain dalam komoditas ekspor buah tropis. Contohnya perkebunan buah durian yang diyakini bisa melejitkan ekspor Indonesia.

Merambah Enam Benua
Pasalnya, durian ini tidak bisa diproduksi di semua negara. Saat menjadi Menteri BUMN, Dahlan menceritakan pernah membuat proyek perkebunan durian 5.000 hektare dan perkebunan pisang 5.000 hektare. Tapi tiga tahun kemudian program tersebut gagal dan investor mengambil alih perkebunan tersebut.

Ke depan menurutya, durian bisa menjadi andalan komoditas ekspor Indonesia, khsusnya ke China. Sebab, Negeri Panda ini merupakan penikmat durian terbesar di dunia. Saat ini China hanya mengandalkan Thailand untuk memasok buah berduri itu ke negeri mereka.

Produk pertanian Indonesia lainya yang juga disenangi pasar ekspor adalah kelapa. Banyak yang belum mengetahui bahwa seluruh bagian dari kelapa dapat diekspor. Seperti yang disampaikan Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, hampir seluruh bagian dari kelapa sudah bisa diekspor.

Mulai dari daging kelapa, air kelapa, tempurung kelapa, sabut kelapa, bahkan kini sampai batang kelapa juga dimanati pasar ekspor. Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat setidaknya ada 13 ragam komoditas turunan kelapa dari Indonesia yang laris di pasar global.

Ali Jamil menjelaskan, berdasarkan data dari sistem fasilitasi sertifikasi ekspor, produk olahan ekspor kelapa selama periode Januari–Mei 2020 mencapai 463,5 ribu ton. Puluhan negara yang tersebar di 6 benua tercatat menjadi pasar tujuan eskpor dari produk ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus...
Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026
Cetak Rekor 70 Bulan...
Cetak Rekor 70 Bulan Berturut, Surplus Neraca Dagang RI di Februari 2026 Capai USD1,27 Miliar
3 Negara Penyumbang...
3 Negara Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI, Januari 2026 Sentuh USD0,95 Miliar
Program Kelapa Genjah...
Program Kelapa Genjah 1 Juta Batang di Solo Raya Tunjukkan Hasil Baik
Neraca Perdagangan Kembali...
Neraca Perdagangan Kembali Raih Surplus
Aneh dan Unik, Ada Pohon...
Aneh dan Unik, Ada Pohon Kelapa Bercabang 9 di Jepara
Rekomendasi
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved