Heboh Warga di Malaysia Borong Air Minum Kemasan, Kemenperin: Pasokan AMDK di Indonesia Aman
Senin, 22 Mei 2023 - 14:44 WIB
loading...
Ilustrasi gudang penyimpanan salah satu produsen air minum dalam kemasan atau AMDK di Indonesia. Foto/Dok MPI
A
A
A
JAKARTA - Aksi panic buying di Malaysia , di mana masyarakat di Negeri Jiran itu berbondong-bondong membeli air minum kemasan dalam jumlah banyak, dipastikan tidak berpengaruh ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri mengatakan, pasokan air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia sejauh ini cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Sehingga, masyarakat tidak perlu panik dan melakukan hal serupa dengan yang terjadi di Malaysia.
“Panic Buying di Malaysia tidak berdampak ke kita. Sejauh ini, industri dalam negeri masih bisa memenuhi kebutuhan AMDK. Jadi aman, tidak ada masalah apapun,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (22/5/2023).
Dia menyampaikan, pemenuhan kebutuhan AMDK dalam negeri menjadi prioritas utama. Kemenperin akan memastikan terlebih dulu bahwa kebutuhan dalam negeri tercukupi baru kemudian melakukan ekspor.
Menurut Febri, Kemenperin juga melakukan pemantauan terhadap situasi panic buying AMDK di Malaysia sehingga bisa melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya hal serupa di Tanah Air. “Kami masih memantau, tapi yang jelas pasokan AMDK kita masih mencukupi,” tandasnya.
Baca juga: BPOM dan Perang Dagang AMDK Galon
Sepengetahuan Febri, sebelumnya tidak pernah ada kejadian panic buying AMDK di Indonesia. Bahkan, ketika momentum Lebaran di mana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan ketentuan larangan truk dan angkutan barang lewat jalan tol dan non tol selama masa mudik Lebaran 2023. “Pasokan saat itu sempat terhambat. Tapi tidak menciptakan panic buying dan tidak ada masalah apapun,” tutup dia.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri mengatakan, pasokan air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia sejauh ini cukup untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Sehingga, masyarakat tidak perlu panik dan melakukan hal serupa dengan yang terjadi di Malaysia.
“Panic Buying di Malaysia tidak berdampak ke kita. Sejauh ini, industri dalam negeri masih bisa memenuhi kebutuhan AMDK. Jadi aman, tidak ada masalah apapun,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (22/5/2023).
Dia menyampaikan, pemenuhan kebutuhan AMDK dalam negeri menjadi prioritas utama. Kemenperin akan memastikan terlebih dulu bahwa kebutuhan dalam negeri tercukupi baru kemudian melakukan ekspor.
Menurut Febri, Kemenperin juga melakukan pemantauan terhadap situasi panic buying AMDK di Malaysia sehingga bisa melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya hal serupa di Tanah Air. “Kami masih memantau, tapi yang jelas pasokan AMDK kita masih mencukupi,” tandasnya.
Baca juga: BPOM dan Perang Dagang AMDK Galon
Sepengetahuan Febri, sebelumnya tidak pernah ada kejadian panic buying AMDK di Indonesia. Bahkan, ketika momentum Lebaran di mana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan ketentuan larangan truk dan angkutan barang lewat jalan tol dan non tol selama masa mudik Lebaran 2023. “Pasokan saat itu sempat terhambat. Tapi tidak menciptakan panic buying dan tidak ada masalah apapun,” tutup dia.
Lihat Juga :