Heboh Soal Panjang Jalan, Stafsus Sri Mulyani: Terima Kasih Pak Jokowi, Pak SBY, Bu Mega
Kamis, 25 Mei 2023 - 13:33 WIB
loading...
Soal panjang jalan yang dibangun setiap era pemerintah adalah sebuah pekerjaan yang berkesinambungan. Foto/PUPR
A
A
A
JAKARTA - Publik tengah ramai membandingkan panjang jalan hasil pembangunan antar-pemimpin dan antar-periode, termasuk yang disorot pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menilai, perbandingan tersebut kurang tepat karena sejatinya pembangunan jalan merupakan pekerjaan yang kontinuitas, bertahap dan berkelanjutan.
Baca juga: Ribut-ribut soal Jalan di Indonesia, Ini 10 Negara yang Punya Jalan Terpanjang di Dunia
"Tentu setiap pemimpin ingin berlomba-lomba membangun infrastruktur. Bukan untuk kalah menang, tapi demi melayani rakyat, peningkatan investasi, penurunan biaya logistik, dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah yg akan meningkatan kesejahteraan semua warga negara," ungkap Yustinus melalui akun Twitter resminya @prastow di Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Di tahun 2022 saja, sambung dia, telah terealisasi anggaran infrastruktur sebesar Rp374,7 triliun (unaudited) melalui belanja non kementerian/lembaga (K/L) Rp6,1 triliun, transfer ke daerah (TKD) Rp97,4 triliun, pembiayaan anggaran Rp81,9 triliun, dan belanja K/L Rp189,3 triliun.
"Kembali ke kontinuitas. Pembangunan jalan dimulai dari pembukaan lahan (land clearing), penyiapan badan jalan, pembangunan fondasi jalan dan pengaspalan. Tahap-tahap yang tentu memakan waktu yang tidak sedikit sehingga sangat mungkin menjadi tongkat estafet antar-periode," ujar Yustinus.
Baca juga: Ribut-ribut soal Jalan di Indonesia, Ini 10 Negara yang Punya Jalan Terpanjang di Dunia
"Tentu setiap pemimpin ingin berlomba-lomba membangun infrastruktur. Bukan untuk kalah menang, tapi demi melayani rakyat, peningkatan investasi, penurunan biaya logistik, dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah yg akan meningkatan kesejahteraan semua warga negara," ungkap Yustinus melalui akun Twitter resminya @prastow di Jakarta, Kamis (25/5/2023).
Di tahun 2022 saja, sambung dia, telah terealisasi anggaran infrastruktur sebesar Rp374,7 triliun (unaudited) melalui belanja non kementerian/lembaga (K/L) Rp6,1 triliun, transfer ke daerah (TKD) Rp97,4 triliun, pembiayaan anggaran Rp81,9 triliun, dan belanja K/L Rp189,3 triliun.
"Kembali ke kontinuitas. Pembangunan jalan dimulai dari pembukaan lahan (land clearing), penyiapan badan jalan, pembangunan fondasi jalan dan pengaspalan. Tahap-tahap yang tentu memakan waktu yang tidak sedikit sehingga sangat mungkin menjadi tongkat estafet antar-periode," ujar Yustinus.
Lihat Juga :