Airlangga Klaim Omnibus Law Akan Bermanfaat Bagi Ekonomi Indonesia

Kamis, 23 Juli 2020 - 23:05 WIB
loading...
Airlangga Klaim Omnibus...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir Omnibus Law RUU Cipta Kerja memicu banyak perdebatan saat digodok pemerintah dan DPR. Pemerintah sendiri menilai Omnibus Law dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini hal tersebut. Menurutnya, Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang saat ini masih dibahas pemerintah dan DPR nantinya akan memberikan manfaat bagi perekonomian dalam negeri ketika sudah diundangkan.

RUU Cipta Kerja pun digadang-gadang akan memberikan peluang atau mempermudah perizinan bagi dunia usaha. Nantinya akan ada deregulasi dan debirokrasi terhadap aturan dan birokrasi yang kaku. Hal itu sangat dibutuhkan oleh para investor untuk menginvasi asetnya ke Indonesia.

"Tentu kita perlukan transformasi struktural perekonomian, dan transformasi struktural ini bisa dilakukan dengan perizinan yang mudah ketika adanya debirokratisasi," ujar Airlangga, di Jakarta, Kamis (23/7/2020). ( Baca juga:Menko Airlangga Sebut Manfaat Gaji ke-13, Apakah Itu? )

Menurut Airlangga, era 4.0 mengubah cara orang bekerja. Budaya kerja diakselerasi oleh teknologi karena itu harus ada penyesuaian perundang-undangan kerja. Terutama, terkait dengan transformasi struktural yang lebih mudah mengurus izin usaha.

Kata dia, revisi aturan struktural hanya bisa dilakukan dengan Omnibus Law. Dengan begitu, segala perizinan usaha akan dipermudah.

"Revisi struktural ini bisa dilakukan dengan Omnibus Law dan diharapkan Omnibus Law akan banyak perizinan yang disederhanakan. Kemudian dibuat iklim yang lebih sesuai dan ini yang sangat ditunggu oleh investor," ungkapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
Berita Terkini
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved