RMKE Tebar Dividen Rp30,6 Miliar, Perdana Sejak IPO 2021
Rabu, 21 Juni 2023 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
Penggunaan bahan bakar meningkat sebesar 26,8% yoy seiring dengan peningkatan volume jasa batubara, namun rasio penggunaan bahan bakar per MT batubara menjadi lebih efisien dari 0,92 liter per ton tahun lalu menjadi 0,86 liter per ton pada tahun ini.
"Hingga periode Mei 2023, volume bongkaran kereta dan muatan tongkang telah tercapai masing-masing sebesar 41,8% dan 33,9% dari target tahun ini. Dari segmen penjualan batubara, volume penjualan batubara telah tercapai sebesar 35,9% dari target tahun ini," jelas Tony.
Sementara, Direktur Keuangan RMKE Vincent Saputra menambahkan untuk memastikan ekspansi berjalan dengan baik perseroan masih mengalokasikan sebagian besar laba bersih usaha untuk dana cadangan dan laba ditahan.
Berdasarkan hasil RUPST , dari total laba bersih tahun 2022, sebesar Rp82,5 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan Rp275,8 miliar dialokasikan untuk laba ditahan.
Baca Juga: Jasa Angkutan Batubara RMK Energy Tumbuh 100%, Tertinggi 5 Tahun Terakhir
Alokasi dana tersebut masih dapat mendanai belanja modal perseroan tahun 2023 yang ditargetkan sebesar Rp350 miliar. "Selain dari pendanaan internal perseroan masih terbuka untuk peluang pendanaan dari eksternal ke depannya," kata dia.
"Hingga periode Mei 2023, volume bongkaran kereta dan muatan tongkang telah tercapai masing-masing sebesar 41,8% dan 33,9% dari target tahun ini. Dari segmen penjualan batubara, volume penjualan batubara telah tercapai sebesar 35,9% dari target tahun ini," jelas Tony.
Sementara, Direktur Keuangan RMKE Vincent Saputra menambahkan untuk memastikan ekspansi berjalan dengan baik perseroan masih mengalokasikan sebagian besar laba bersih usaha untuk dana cadangan dan laba ditahan.
Berdasarkan hasil RUPST , dari total laba bersih tahun 2022, sebesar Rp82,5 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan Rp275,8 miliar dialokasikan untuk laba ditahan.
Baca Juga: Jasa Angkutan Batubara RMK Energy Tumbuh 100%, Tertinggi 5 Tahun Terakhir
Alokasi dana tersebut masih dapat mendanai belanja modal perseroan tahun 2023 yang ditargetkan sebesar Rp350 miliar. "Selain dari pendanaan internal perseroan masih terbuka untuk peluang pendanaan dari eksternal ke depannya," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :