Disrupsi Pacu Transformasi di Industri Keuangan, Digitalisasi dan Sustainability jadi Kunci

Sabtu, 24 Juni 2023 - 13:51 WIB
loading...
Disrupsi Pacu Transformasi...
Peluncuran buku ‘Disrupsi Itu Seru!’ dan pengenalan fitur LiveBetter pada aplikasi digibank by DBS, di Jakarta, Selasa (20/6/2023). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Disrupsi mendorong terjadinya transformasi di sektor jasa keuangan dan perbankan . Hal ini membuat pelaku usaha harus mengubah strategi, proses dan model bisnisnya agar tetap dapat bersaing serta meraih peluang baru.

Hadirnya pandemi di awal 2020 memaksa perbankan untuk lebih cepat lagi bertransformasi ke arah digitalisasi. Pasalnya, selama pandemi masyarakat mengalami pembatasan ketat sehingga transaksi keuangan pun banyak dilakukan secara digital.

Kondisi tersebut membuat perusahaan Financial Technology atau Fintech kian dikenal dan berkibar. Hal ini lantaran Fintech menawarkan layanan dan solusi keuangan bagi masyarakat, termasuk kemudahan dalam melakukan pembayaran secara daring (online).

“Sebelum pandemi fintech muncul dan saat pandemi makin melesat, maka perbankan harus mampu mengimbangi jika ingin tetap berada dalam arena kompetisi. Kalau tidak ikut dalam digitalisasi perbankan dan pembayaran maka mereka akan tersingkir,” kata Head of Legal & Corporate Secretary PT Bank DBS Indonesia, Yosea Iskandar, saat peluncuran buku ‘Disrupsi Itu Seru!’ dan pengenalan fitur LiveBetter pada aplikasi digibank by DBS, di Jakarta, pekan lalu.

Revolusi industri 4.0 mendorong terjadinya disrupsi di seluruh aspek hidup masyarakat. Menurut Yosea, ada tiga hal yang menyebabkan disrupsi yaitu teknologi baru, terjadinya perubahan perilaku konsumen, serta dorongan desakan perubahan regulasi.

“Akibat disrupsi selalu ada hal baru untuk dipelajari oleh pelaku usaha jasa keuangan baik berupa peluang maupun tantangan sehingga menyebabkan adanya kebutuhan untuk beradaptasi dan keharusan untuk melakukan inovasi,” tuturnya.

Dia menegaskan, transformasi melalui adaptasi dan inovasi menjadi hal penting untuk dapat memanfaatkan peluang baru dan menghadapi tantangan yang muncul.

Yosea menyebut dua hal penting untuk diperhatikan dalam transformasi yang terjadi yaitu digitalisasi dan keberlanjutan (sustainability).

“Kita tidak bisa memilih salah satu di antaranya karena keduanya harus berjalan beriringan untuk mencapai satu sinergi yang tepat demi masa depan yang lebih baik bagi semua orang,” tandasnya.

Dia menambahkan, adaptasi dan inovasi membantu industri jasa keuangan untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya, mengoptimalkan pengalaman nasabah dan mendukung keuangan berkelanjutan.

“Bank punya peran besar membantu konsumen dan regulator dalam mencapai tujuan menuju keuangan yang berkelanjutan. Penerapan prinsip keuangan berkelanjutan adalah langkah strategis bank dalam memitigasi risiko lingkungan dan memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan,” beber Yosea.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
DBS Insights Forum 2026...
DBS Insights Forum 2026 Hadirkan Perspektif Baru Hadapi Dinamika Ekonomi Global
Bank DBS Indonesia Perkuat...
Bank DBS Indonesia Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Inklusif melalui Program People of Purpose untuk Lansia
DBS Treasures Catat...
DBS Treasures Catat Pertumbuhan Nasabah High-Net-Worth dan Revenue Positif
Rekomendasi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved