Program Ganjar Dinilai Sukses Angkat Perekonomian Jateng
Rabu, 28 Juni 2023 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Susilo menegaskan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi antara program pemprov dan kabupaten/kota, dan tidak bisa dipisah sendiri-sendiri. Dalam setiap proyek pembangunan di kota atau kabupaten, terdapat peran dari provinsi dan juga pemerintah pusat.
“Fungsi gubernur dalam hal ini Pak Ganjar, mensinergikan, mengorkestrasikan, kemudian membuat skala prioritas, dengan keterbatasan anggaran pemprov, Gubernur dengan bijak memutuskan mana yang harus diberi anggaran dengan melihat skala prioritas. Mana yang harus diberikan bantuan dari APBD Provinsi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Dia juga menuturkan, pertumbuhan ekonomi sektoral di Jateng juga didukung proyek di kawasan industri di Tegal, Batang, dan Kendal yang mulai tumbuh. Selain itu, sektor pertanian juga berkontribusi cukup besar menumbuhkan perekonomian di Jateng.
“Baik secara langsung dan tidak langsung itu merupakan kontribusi dari dirigennya, kalau diibaratkan dalam sebuah musik orkestra, dalam konteks ini Pak Gubernur yang mengkoordinasikan aktivitas, khususnya perekonomian di 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 5,04% perlu diapresiasi di tengah ketidakpastian global. "Meskipun tidak lebih tinggi bila dibandingkan dengan YoY tahun sebelumnya. Namun angka pertumbuhan 5%ini patut diapresiasi di tengah ketidakpastian global,” ujar Dadang.
“Fungsi gubernur dalam hal ini Pak Ganjar, mensinergikan, mengorkestrasikan, kemudian membuat skala prioritas, dengan keterbatasan anggaran pemprov, Gubernur dengan bijak memutuskan mana yang harus diberi anggaran dengan melihat skala prioritas. Mana yang harus diberikan bantuan dari APBD Provinsi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Dia juga menuturkan, pertumbuhan ekonomi sektoral di Jateng juga didukung proyek di kawasan industri di Tegal, Batang, dan Kendal yang mulai tumbuh. Selain itu, sektor pertanian juga berkontribusi cukup besar menumbuhkan perekonomian di Jateng.
“Baik secara langsung dan tidak langsung itu merupakan kontribusi dari dirigennya, kalau diibaratkan dalam sebuah musik orkestra, dalam konteks ini Pak Gubernur yang mengkoordinasikan aktivitas, khususnya perekonomian di 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala BPS Jateng Dadang Hardiwan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 5,04% perlu diapresiasi di tengah ketidakpastian global. "Meskipun tidak lebih tinggi bila dibandingkan dengan YoY tahun sebelumnya. Namun angka pertumbuhan 5%ini patut diapresiasi di tengah ketidakpastian global,” ujar Dadang.
Lihat Juga :