Utang China Rp323 Triliun, Ini Dampak Proyek Terusan KRA Thailand ke Indonesia

Jum'at, 30 Juni 2023 - 14:07 WIB
loading...
Utang China Rp323 Triliun,...
5 dampak Terusan KRA Thailand ke Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Terusan Kra mungkin terdengar kurang familiar di Indonesia. Namun, isu tersebut menjadi perbincangan hangat terutama di Singapura dan Malaysia. Terusan Kra merupakan proyek ambisius negara Thailand yang didukung oleh China.

Mengutip researchgate.net terusan ini membelah daratan Thailand menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik. Apabila proyek ini beroperasi, akan menguntungkan kapal-kapal logistik yang sebelumnya melewati semenanjung Malaya dan Singapura.

Baca Juga: Terlilit Utang China, Negara Kaya Tembaga di Afrika Ini Bisa Sedikit Bernapas

Kapal-kapal tersebut akan langsung memotong jalur dan melewati kanal tersebut, ini akan memangkas waktu perjalanan 3-4 hari dengan jarak tempuh sekitar 1.500 kilometer (km). Singapura disebut akan menjadi negara yang terkena dampak paling besar jika megaproyek ini terealisasi.

Sementara bagi China, yang mengimpor minyak dari Afrika dan Timur Tengah, jarak tempuh lebih pendek akan lebih efisien. Dilihat secara geopolitik, bahwa pembangunan Terusan Kra merupakan salah satu upaya China untuk menyelesaikan Jalur Sutera yang diramal akan meningkatkan perekonomian China.

Hal itu dibuktikan dengan rencana China yang berusaha memberikan pinjaman dan bantuan teknologi pada Pemerintah Thailand untuk membangun Terusan Kra. Disebut oleh Nikkei Asian Review, nilai utang China pada proyek Terusan Kra tersebut mencapai RM100 miliar atau setera Rp323 triliun.

Terusan Kra dianggap memberikan dampak positif yang besar bagi perekonomian nasional apabila Indonesia mampu memanfaatkan Pelabuhan Sabang dan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan berstandar internasional yang mampu melayani bongkar-muat kapal asing sekaligus sebagai hub internasional menggantikan pelabuhan Singapura.

Baca Juga: 7 Kelemahan BRICS, Nomor 2 Khawatir Masuk Perangkap Jebakan Utang China

Namun, pemerintah perlu meningkatkan implementasi tol laut yang sudah dicanangkan dan diimplementasikan sejak 2015 sebagai sarana arus distribusi dari dan ke Pelabuhan Sabang dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Implementasi tol laut menjadi daya pikat bagi investor asing untuk membangun pabrik pengolahan barang setengah jadi atau barang jadi di sekitar ujung Sumatera, seiring dengan pengaktifan Pelabuhan Sabang dan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan internasional. Berikut 5 dampak pembangunan Terusan KRA Thailand bagi Indonesia berdasarkan skenarion IDE-JETRO.

1. Provinsi Naggroe Aceh Darussalam akan terdampak positif dengan peningkatan ekonomi, terlebih jika pelabuhan Sabang dan Kuala Tanjung dapat ditingkatkan kapasitas bongkar muat.

2. Ekonomi Indonesia jika proyek tersebut terbangun maka ekonomi tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa saja, melainkan akan lebih merata ke wilayah barat dan timur.

3. Peluang ini akan menarik investor asing untuk membangun pabrik pengolahan barang setengah jadi atau barang jadi di ujung Sumatera, karena dekat dengan lalu lintas perdagangan internasional.

4. Pelabuhan Sabang dan Kuala Tanjung menjadi pelabuhan strategis bagi kapal asing untuk mengirimkan barangnya ke Indonesia tanpa harus melewati
Singapura.

5. Indonesia juga memiliki potensi besar untuk menjual produk-produknya langsung ke luar negeri, sekaligus menjadi pasar bagi produk-produk luar negeri. Potensi ini akan menarik kapal-kapal asing untuk berlabuh di Pelabuhan Sabang dan Kuala Tanjung.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved