alexa snippet

150 Perusahaan Siap Ramaikan BuildTech Asia

150 Perusahaan Siap Ramaikan BuildTech Asia
Edisi keenam BuildTech Asia yang kembali hadir bakal diramaikan 150 perusahaan yang berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan sektor lingkungan binaan/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Edisi keenam BuildTech Asia yang kembali hadir di Singapura pada 18 hingga 20 Oktober 2016, bakal diramaikan 150 perusahaan yang berpartisipasi akan menampilkan beraneka ragam teknologi produktif, bahan bangunan, dan solusi arsitektur serta penyelesaian yang berkualitas. Acara ini digelar untuk memenuhi kebutuhan sektor lingkungan binaan yang terus berkembang di wilayah tersebut.

CEO Building and Construction Authority (BCA) John Keung dalam keterangan tertulisnya mengatakan, BuildTech Asia diselenggarakan bertepatan waktu dengan acara Singapore Construction Productivity Week (SCPW) atau Minggu Produktivitas Pembangunan Singapura) 2016. Dalam kegitan ini akan dikumpulkan para pengembang, arsitek, konsultan, kontraktor, dan pemasok di satu tempat untuk saling bertukar gagasan terkait produktivitas pembangunan, teknologi produktif yang baru, praktik terbaik, dan kisah kesuksesan.

"Tahun ini SCPW akan memfasilitasi pembahasan Design for Manufacturing and Assembly (DfMA - Desain Manufaktur dan Perakitan), meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperbaiki integrasi dalam rantai suplai konstruksi untuk mendorong lompatan produktivitas konstruksi yang jauh ke depan," katanya, Senin (26/9/2016).

Lebih lanjut dikatakan, fase kemajuan berikutnya dalam sektor lingkungan binaan mengharuskan adanya perubahan dalam cara membangun. Oleh karenya pihaknya mendorong sektor lingkungan binaan agar semakin memanfaatkan DfMA lebih jauh lagi.

"Yang berarti memindahkan sebanyak mungkin pekerjaan konstruksi lapangan ke proses pra-fabrikasi pabrik di belakang meja," papar dia

Dengan melakukan hal tersebut, maka dapat mengurangi ketergantungan perusahaan untuk tenaga kerja melalui tingkat otomatisasi yang lebih tinggi. Selain itu bisa untuk meminimalkan dampak pada lingkungan sekitar, mengurangi pemborosan sumber daya selama pembangunan, serta menciptakan tempat kerja yang lebih kondusif dan aman.

"Kualitas bangunan dan infrastruktur pun akan meningkat saat kita berusaha untuk mewujudkan lebih banyak upaya fabrikasi," ujarnya.

Bersama dengan pameran pokok dari berbagai perusahaan mesin dan peralatan konstruksi di BuildTech Asia kepada lebih dari 6.000 pengunjung dari Asia dan seluruh dunia.  Selain itu, delapan paviliun negara dari Tiongkok, Indonesia, India, Selandia Baru, dan Korea Selatan akan memamerkan beragam teknologi yang membahas tantangan pembangunan dan konstruksi di beraneka ragam industri vertikal.

Di Indonesia, industri konstruksi diperkirakan akan tumbuh pada tingkat majemuk sebesar 7,87% antara 2015-2019. Saat ini, industri konstruksi mewakili hampir 10% PDB dan bernilai $885 miliar pada tahun 2015.

Permintaan untuk konstruksi sebagian besar akan didanai oleh sektor swasta. Buildtech Asia 2016 bertujuan untuk membekali para kontraktor dan arsitek dengan wawasan baru tentang metodologi konstruksi dan bangunan cerdas, saat integrasi teknologi ke dalam bangunan telah memberikan kontribusi peningkatan produktivitas fungsi bangunan sebesar 3,8%.

 "Penghematan biaya dari desain fasilitas, konstruksi dan pengoperasian akan menciptakan keberlanjutan dalam bangunan melalui peningkatan efisiensi," tandasnya.

Chairman Sphere Exhibits Pte Ltd, Chua Wee Phong menambahkan, teknologi sangat memengaruhi sektor lingkungan binaan di Singapura dan wilayah sekitarnya. Selama beberapa tahun ini, pihaknya telah memperkuat kemitraan dengan BCA untuk membantu perusahaan di industri konstruksi agar tetap mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam teknologi produktif melalui penggunaan bahan bangunan dan solusi turnkey yang cerdas.

"Kami sangat senang dapat memperkenalkan kembali solusi arsitektur dan pameran penyelesaian berkualitas tahun ini," pungkasnya.



(akr)
loading gif
Top