Fenomena Sampah Makanan di Tengah Ancaman Pangan: Timbulkan Kerugian Rp551 Triliun per Tahun

Minggu, 09 Juli 2023 - 10:42 WIB
loading...
Fenomena Sampah Makanan...
Sampah makanan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Di tengah ancaman El Nino terhadap ketahanan pangan , Indonesia perlu melakukan perubahan budaya konsumsi masyarakat. Pasalnya, Indonesia termasuk negara terbesar yang membuang makanan.

Baca juga: Cegah Dampak El Nino terhadap Ketahanan Pangan: Stop Pemborosan

Fenomena food waste dan food loss di Indonesia diungkap oleh UNEP (Program Lingkungan PBB). Sepanjang 2021 Indonesia menghasilkan sampah makanan sebanyak 21 ton juta per tahun.

Dengan jumlah sampah makanan sebanyak itu, Indonesia menjadi negara dengan produksi sampah makanan ke-4, terbesar di dunia, Setelah China sebanyak 91 juta ton, India 68 juta ton, dan Nigeria 37,9 juta ton.

Badan Pangan Nasional (Bappanas) mengungkap angkanya bahkan lebih besar lagi. Menurut badan yang berperan menjaga ketahanan pangan itu, Indonesia menghasilkan sampah mencapai 23 juta ton hingga 48 juta ton. Angka itu setara dengan 115 kg hingga 184 kg per orang per tahun.

Pada September 2022, anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka pernah menyoroti data Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Ditjen PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2021, yang menyebutkan volume sampah di Indonesia tercatat 68,5 juta ton. Pada tahun 2022 angkanya naik mencapai 70 juta ton.

Berdasarkan jenisnya, mayoritas timbulan sampah nasional pada 2022 berupa sampah sisa makanan dengan proporsi 41,55%. Kemudian sampah plastik berada di urutan kedua dengan proporsi 18,55%.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ancaman krisis pangan diperparah dengan adanya masalah food loss and food waste atau sampah makanan. Menurut Mentan sampah makanan menjadi ancaman selain perubahan iklim dan perang yang menghambat rantai pasok.

Food loss adalah hilangnya bahan makanan di rantai pasok yang disebabkan biasanya karena bahan makanan yang rusak sebelum sampai ke konsumen. Kondisi itu bisa terjadi karena tanaman yang rusak, gagal panen akibat iklim yang buruk.

Sedangkan food waste sendiri merupakan makanan sisa atau makanan yang tidak habis oleh konsumen yang pada akhirnya menyebabkan limbah makanan yang menumpuk. Food waste biasanya terjadi akibat sifat konsumen yang kerap membuang makanan yang sudah jadi.

"Isu itu kini menjadi penting di tengah ancaman global, hasil kajian FAO menunjukkan sepertiga bahan pangan yang diproduksi dunia terbuang dan menjadi sampah yang tidak dapat didaur ulang," kata Mentan.

Sampah makanan tak bisa disepelekan, sebab menimbulkan kerugian yang tak sedikit. Bappenas memperkirakan kerugian ekonomi akibat sampah makanan mencapai Rp213 triliun sampai Rp551 triliun per tahun, atau setara dengan 4 sampai 5 persen PDB Indonesia.

Sampah makanan juga menyumbang sekitar 8 sampai 10 persen emisi gas rumah kaca, sehingga mendesak adanya perubahan budaya masyarakat, melalui kampanye program makan secukupnya atau cukup satu porsi untuk mengubah perilaku masyarakat.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Terpanas dan Terdingin di Dunia, Berani Liburan ke Sini?

Di tengah ancaman terhadap ketahanan pangan, solusi mencegah bahan pangan menjadi sampah jelas mendesak. Upaya ini harus dilakukan oleh semua pihak, mulai dari pemeritah, pelaku usaha, petani, dan tentu saja masyarakat.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Perkuat Ketahanan Gizi...
Perkuat Ketahanan Gizi Indonesia, EU-ASEAN Business Council Dorong Kemitraan Lintas Sektor
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Fenomena di Kuwait:...
Fenomena di Kuwait: 34 Menit Menikah vs 75 Menit Perceraian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved