Pemerintah Bakal Fasilitasi Koperasi Petani Sawit Bikin Pabrik, Saingi Pemain Besar?

Senin, 10 Juli 2023 - 13:31 WIB
loading...
Pemerintah Bakal Fasilitasi...
Pemerintah mempercepat aturan koperasi petani sawit. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini pemerintah tengah mempercepat penerbitan peraturan presiden yang mengatur tentang koperasi petani sawit . Lewat regulasi tersebut, pemerintah memfasilitasi para koperasi petani sawit mendirikan pabrik sendiri untuk memproduksi CPO maupun minyak makan merah.

Baca juga: Teten Minta Revisi Permendag 50/2020 Dipercepat, Antisipasi Project S TikTok Shop

Teten menjelaskan, pemberian fasilitas tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para petani swadaya. Mereka nantinya bisa memanen dan memproduksi sendiri hasil panen sawit miliknya dan tidak menjual dalam bentuk mentah.

"Memang ada keterlambatan, tapi sudah kita antisipasi. Mudah-mudahan bulan ini bisa kita resmikan pilotingnya. Kami sedang siapkan perpres untuk seluruh koperasi petani sawit bisa membangun pabrik CPO dan minyak makan merah," ujar Teten usai acara penandatanganan kerja sama KemenKopUKM dan RSPO tentang penguatan dan pengembangan koperasi petani sawit swadaya, Senin (10/7/2023).

Kebijakan ini juga bagian dari percepatan proses hilirisasi untuk sektor CPO, di samping program hilirisasi mineral yang tengah berlangsung. Menurut Teten hilirisasi akan berdampak lebih luas, bukan sekedar menyumbang devisa negara, tapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sawit swadaya.

"Ini tidak akan mengganggu bisnis besar, karena ini kan tetap pebinis besar bikin minyak goreng. Kalau untuk koperasi minyak makan merah, itu target pasarnya justru penduduk di sekitar pabrik. Kalau kita sudah hitung, dengan luas 1.000 hektare, bisa memproduksi 10 ton minyak merah per hari, setelah kita hitung bisa diserap oleh penduduk di dua kecamatan," lanjutnya.

Di samping itu, kata Teten, pemerintah juga akan membatasi para korporasi besar untuk menambah luasan lahan sawit. Langkah itu bertujuan agar proses hilirisasi bisa dipercepat karena dengan tidak adanya pembukaan lahan baru, diharapkan mampu mendorong korporasi besar untuk mengolah CPO-nya sehingga tidak menjual dalam bentuk barang mentah.

"Kalau ini di hilirisasi memberikan dampak ekonomi yang besar. Kita mendorong hilirisasi, maka Pak Jokowi tidak lagi memberikan izin perluasan kebun untuk sawit. Itu untuk mendorong agar tidak memperbesar bisnis dengan memperluas lahan, tapi produksi," kata Teten.

Baca juga: 8 Organisasi Ekstra Kampus dengan Jaringan Kuat, Banyak Lahirkan Tokoh Nasional

"Makanya Pak Presiden ingin mendorong agar industri besar ini tidak hanya memproduksi CPO dan minyak goreng. Masa dari dahulu itu-itu saja, Pak Presiden ingin ada hilirisasinya, selain mineral, termasuk CPO," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Rekomendasi
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Bupati dan Sekda Kuansing...
Bupati dan Sekda Kuansing Kenakan Rompi Oranye usai Serahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved