China Dianggap Jadi Ancaman Utama Terhadap Ekonomi Inggris
Rabu, 12 Juli 2023 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan Undang-Undang Keamanan dan Investasi Nasional tahun 2021, pemerintah Inggris memiliki kekuatan untuk memblokir atau memberlakukan pemulihan atas investasi yang dianggap menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.
Dalam sebuah laporan, Cabinet Office mengatakan telah menerima 866 pemberitahuan tentang potensi pelanggaran keuangan pada tahun lalu, yang berkaitan dengan beberapa sektor seperti pertahanan, energi, material canggih dan komunikasi.
Dari total aduan, telah dipanggil sebanyak 65 pemberitahuan untuk diselidiki lebih lanjut. Dimana 42% di antaranya melibatkan akuisisi yang terkait dengan China, 32% dengan Inggris, dan 20% dengan AS (Amerika Serikat).
Secara kesluruhan, Cabinet Office menyetujui sebagian besar kesepakatan tersebut. Namun mereka mengeluarkan perintah akhir terhadap 15 kasus, apakah itu memblokir, melepaskan atau memaksakan kondisi pada kesepakatan untuk melindungi keamanan nasional.
Dikatakan delapan di antaranya melibatkan pengakuisisi yang terkait dengan China, empat dengan Inggris, dan tiga dengan AS.
Ditanya mengapa kesepakatan China ditargetkan secara tidak proporsional, Dowden mengatakan: "Alasan pertama adalah China merupakan investor yang sangat besar secara global. Dan yang kedua adalah, seperti yang kami tetapkan dalam tinjauan keamanan nasional kami, China merupakan ancaman berbasis negara terbesar terhadap keamanan ekonomi,".
Dalam sebuah laporan, Cabinet Office mengatakan telah menerima 866 pemberitahuan tentang potensi pelanggaran keuangan pada tahun lalu, yang berkaitan dengan beberapa sektor seperti pertahanan, energi, material canggih dan komunikasi.
Dari total aduan, telah dipanggil sebanyak 65 pemberitahuan untuk diselidiki lebih lanjut. Dimana 42% di antaranya melibatkan akuisisi yang terkait dengan China, 32% dengan Inggris, dan 20% dengan AS (Amerika Serikat).
Secara kesluruhan, Cabinet Office menyetujui sebagian besar kesepakatan tersebut. Namun mereka mengeluarkan perintah akhir terhadap 15 kasus, apakah itu memblokir, melepaskan atau memaksakan kondisi pada kesepakatan untuk melindungi keamanan nasional.
Dikatakan delapan di antaranya melibatkan pengakuisisi yang terkait dengan China, empat dengan Inggris, dan tiga dengan AS.
Ditanya mengapa kesepakatan China ditargetkan secara tidak proporsional, Dowden mengatakan: "Alasan pertama adalah China merupakan investor yang sangat besar secara global. Dan yang kedua adalah, seperti yang kami tetapkan dalam tinjauan keamanan nasional kami, China merupakan ancaman berbasis negara terbesar terhadap keamanan ekonomi,".
Lihat Juga :