Belajar dan Berinovasi, Jurus UMKM Tetap Cuan saat Pandemi
Minggu, 16 Juli 2023 - 19:50 WIB
loading...
Inovasi menjadi kunci UMKM bertahan dari segala tantangan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi ujian mahaberat bagi dunia bisnis, mulai skala mikro hingga perusahaan besar. Hanya mereka yang mampu beradaptasi dan terus berinovasi yang bisa bertahan bahkan tetap cuan di masa sulit.
Baca juga: Peran Penting Medsos dalam Membantu Perkembangan UMKM
Usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) yang kerap disebut tulang punggung perekonomian RI dan tahan krisis juga dituntut untuk berinovasi jika ingin bertahan. Tak hanya itu, adopsi digital juga mutlak dilakukan.
Hal itu diakui oleh pelaku UMKM telur asin “Sabiq” asal Lamongan, Jawa Timur, Ainur Rohmatin. Memproduksi dan jualan telur asin sejak 2009, Ainur harus putar otak saat pandemi menyapa di awal 2020. Pasalnya, telur asin hanya bisa bertahan sekitar dua pekan dalam suhu ruangan.
“Sejak Maret 2020 telur asin kami tidak bisa keluar, kami pun berinovasi bagaimana caranya agar telur ini tetap menghasilkan uang dan tidak rugi karena kami produksinya 4.500-5.000 butir per minggu,” tuturnya di Jakarta, dikutip Minggu (16/7/2023).
Ainur pun lantas berinovasi dengan mengolah telur asin menjadi sambal yang masa simpannya lebih tahan lama. Selain sambal, ada juga kerupuk dan abon telur asin.
“Sambal telur asin ini produk yang lahir karena pandemi dan kami juga dapat penghargaan dari ibu Khofifah (Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa) sebagai UKM yang bertahan di masa pandemi,” ucap Founder CV Sabiq Bejo itu.
Baca juga: Peran Penting Medsos dalam Membantu Perkembangan UMKM
Usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) yang kerap disebut tulang punggung perekonomian RI dan tahan krisis juga dituntut untuk berinovasi jika ingin bertahan. Tak hanya itu, adopsi digital juga mutlak dilakukan.
Hal itu diakui oleh pelaku UMKM telur asin “Sabiq” asal Lamongan, Jawa Timur, Ainur Rohmatin. Memproduksi dan jualan telur asin sejak 2009, Ainur harus putar otak saat pandemi menyapa di awal 2020. Pasalnya, telur asin hanya bisa bertahan sekitar dua pekan dalam suhu ruangan.
“Sejak Maret 2020 telur asin kami tidak bisa keluar, kami pun berinovasi bagaimana caranya agar telur ini tetap menghasilkan uang dan tidak rugi karena kami produksinya 4.500-5.000 butir per minggu,” tuturnya di Jakarta, dikutip Minggu (16/7/2023).
Ainur pun lantas berinovasi dengan mengolah telur asin menjadi sambal yang masa simpannya lebih tahan lama. Selain sambal, ada juga kerupuk dan abon telur asin.
“Sambal telur asin ini produk yang lahir karena pandemi dan kami juga dapat penghargaan dari ibu Khofifah (Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa) sebagai UKM yang bertahan di masa pandemi,” ucap Founder CV Sabiq Bejo itu.
Lihat Juga :