Mengenal Fitch Ratings, Lembaga yang Turunkan Peringkat Utang AS

Jum'at, 04 Agustus 2023 - 17:44 WIB
loading...
Mengenal Fitch Ratings,...
Fitch Ratings adalah lembaga pemeringkat kredit internasional yang berbasis di New York City dan London. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Fitch baru saja memangkas peringkat utang AS dari AA+ menjadi AAA. Fitch Ratings adalah lembaga pemeringkat kredit internasional yang berbasis di New York City dan London.

Investor menggunakan peringkat tersebut sebagai panduan untuk menentukan investasi mana yang tidak akan gagal bayar dan kemudian menghasilkan imbal hasil yang solid. Mengutip Investopedia, Fitch mendasarkan peringkat pada beberapa faktor, seperti jenis utang yang dimiliki perusahaan dan seberapa sensitif perusahaan tersebut terhadap perubahan sistemik seperti suku bunga.

Baca Juga: Peringkat Utang AS Turun Kelas, Fitch Ungkap Alasannya

Bersama Moody's dan Standard & Poor's (S&P), Fitch merupakan salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kredit teratas di dunia. Sistem pemeringkatan Fitch sangat mirip dengan S&P karena keduanya menggunakan sistem huruf.

Sistem peringkat Fitch

1. Tingkat investasi (investment grade)

AAA: perusahaan dengan kualitas yang sangat tinggi (mapan, dengan arus kas yang konsisten)
AA: masih berkualitas tinggi; masih memiliki risiko gagal bayar yang rendah.
A: risiko gagal bayar rendah; sedikit lebih rentan terhadap faktor bisnis atau ekonomi
BBB: ekspektasi gagal bayar yang rendah; faktor bisnis atau ekonomi dapat mempengaruhi perusahaan secara negatif

2. Kelas non-investasi

BB: kerentanan yang tinggi terhadap risiko gagal bayar, lebih rentan terhadap perubahan kondisi bisnis atau ekonomi yang merugikan; masih fleksibel secara finansial
B: situasi keuangan yang memburuk; sangat spekulatif
CCC: kemungkinan gagal bayar yang nyata
CC: kemungkinan gagal bayar sangat kuat
C: gagal bayar atau proses yang mirip gagal bayar telah dimulai
RD: penerbit telah gagal bayar
D: gagal bayar

Peringkat Fitch dan Negara-negara Berdaulat

Fitch menawarkan peringkat kredit negara yang menggambarkan kemampuan setiap negara untuk memenuhi kewajiban utangnya. Peringkat kredit negara tersedia bagi para investor untuk membantu memberikan wawasan tentang tingkat risiko yang terkait dengan investasi di negara tertentu.

Baca Juga: Dedengkot Finansial AS Tak Khawatir dengan Penurunan Peringkat Utang

Negara-negara akan mengundang Fitch dan lembaga pemeringkat kredit lainnya untuk mengevaluasi lingkungan ekonomi dan politik serta situasi keuangan mereka untuk menentukan peringkat yang representatif. Sangatlah penting untuk mendapatkan peringkat kredit negara terbaik, terutama bagi negara-negara berkembang, karena hal ini membantu dalam mengakses pendanaan di pasar obligasi internasional.

Peringkat Fitch dan Skor Kredit Individu

Meskipun peringkat Fitch, Moody's, dan S&P sering berkorelasi dengan perusahaan, institusi, dan negara, banyak lembaga pemeringkat kredit yang juga menawarkan skor kredit individu. Hal ini memainkan peran penting dalam keputusan pemberi pinjaman untuk memberikan kredit.

Sebagai contoh, mereka yang memiliki skor kredit di bawah 640 umumnya dianggap sebagai peminjam subprime, yang mana lembaga pemberi pinjaman sering kali mengenakan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan hipotek konvensional.

Hal ini dilakukan sebagai kompensasi untuk menanggung risiko tambahan. Untuk peminjam subprime, pemberi pinjaman mungkin juga mensyaratkan jangka waktu pembayaran yang lebih pendek atau penandatangan bersama untuk peminjam dengan skor kredit rendah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Rekomendasi
Michael Oliver Mendadak...
Michael Oliver Mendadak Dicoret di Laga Pertama Piala Dunia 2026, Ada Apa?
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved