Senjata Makan Tuan, Perusahaan Eropa Rugi Rp1.650 Triliun Akibat Sanksi Barat
Selasa, 08 Agustus 2023 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut rekan peneliti KSE Anna Vlasyuk, kelompok-kelompok yang masih beroperasi di Rusia ini mengambil risiko tinggi. Dia mengatakan kepada FT bahwa aturan keluar yang lebih ketat yang diperkenalkan oleh Moskow telah membuat "kemungkinan pengambilalihan dan mengekstraksi dividen apa pun dari bisnis ini hampir tidak mungkin."
Setelah dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina, lebih dari 1.000 perusahaan Barat keluar dari pasar Rusia, tertekan oleh sanksi, menurut analis Universitas Yale. Akibatnya, Rusia terpaksa melakukan reorientasi ke mitra non-Barat, terutama China dan India.
Data statistik menunjukkan bahwa perusahaan China telah berhasil mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh merek Barat. China telah bersaing dengan India sebagai pembeli minyak terbesar Rusia, dan telah mengambil alih Uni Eropa (UE) sebagai importir utama produk pertanian Rusia.
Seiring dengan itu, perdagangan Rusia-China tumbuh hampir sepertiga pada tahun 2022, mencapai USD185 miliar, menjadikan Moskow pemimpin di antara 20 mitra terbesar Beijing dalam hal pertumbuhan perdagangan. Para pejabat dari kedua negara mengatakan target omzet USD200 miliar yang ditetapkan oleh Moskow dan Beijing untuk tahun 2024 dapat dicapai lebih awal dari yang diperkirakan.
Setelah dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina, lebih dari 1.000 perusahaan Barat keluar dari pasar Rusia, tertekan oleh sanksi, menurut analis Universitas Yale. Akibatnya, Rusia terpaksa melakukan reorientasi ke mitra non-Barat, terutama China dan India.
Data statistik menunjukkan bahwa perusahaan China telah berhasil mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh merek Barat. China telah bersaing dengan India sebagai pembeli minyak terbesar Rusia, dan telah mengambil alih Uni Eropa (UE) sebagai importir utama produk pertanian Rusia.
Seiring dengan itu, perdagangan Rusia-China tumbuh hampir sepertiga pada tahun 2022, mencapai USD185 miliar, menjadikan Moskow pemimpin di antara 20 mitra terbesar Beijing dalam hal pertumbuhan perdagangan. Para pejabat dari kedua negara mengatakan target omzet USD200 miliar yang ditetapkan oleh Moskow dan Beijing untuk tahun 2024 dapat dicapai lebih awal dari yang diperkirakan.
(fjo)
Lihat Juga :