Prabu Revolusi: Pemerataan Ekonomi Masih Jadi PR Besar Pemerintahan Jokowi

Kamis, 10 Agustus 2023 - 16:44 WIB
loading...
Prabu Revolusi: Pemerataan...
Direktur Pemberitaan MNC Group Prabu Revolusi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonomi Indonesia masih bertumpu dan berpusat di Pulau Jawa. Ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.

Hal itu diungkapkan Direktur Pemberitaan MNC Group, Prabu Revolusi setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para pemimpin redaksi media lain pada siang ini (10/8/2023).

"Masih ada PR ke depan, khususnya terkait pemerataan ekonomi. Hal ini karena PDB RI masih 57% terkonsentrasi di Jawa," ujar Prabu mengutip Jokowi dalam Podcast Konspirasi Prabu.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Pemimpin Berikutnya Harus Bernyali, Berani, Konsisten, dan Mampu Berlari

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan kondisi di lapangan, misalnya investasinya yang masuk ke Maluku, Sulawesi, beberapa daerah lain namun keumdian ditarik ke Jawa. "Ini jadi PR pemerintah untuk memastikan agar perputaran ekonomi tidak Jawasentris tapi juga di luar Jawa," sambung Prabu.

Menurut Prabu, Jokowi juga menekankan untuk mencapai tujuan ekonomi yang lebih merata, tentunya tidak bisa dari pemerintah pusat saja dengan adanya otonomi daerah. Hal itu membutuhkan andil dari pemerintah daerah agar investasi bisa masuk kemudian ekosistem dibangun agar perputaran ekonomi berjalan di daerah.

Baca Juga: Faisal Basri Sebut Hilirisasi Hanya Untungkan China, Jokowi: Logikanya Gimana?

"Misal ada pabrik, gimana cara agar kateringnya dari daerah, UMKM dari daerah, pemasoknya dari daerah. Itu butuh Pergub, Perda, bukan lagi ranah pemerintah pusat," jelas Prabu.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Rupiah Jeblok ke Rekor...
Rupiah Jeblok ke Rekor Terendah, Ekonomi RI dalam Bahaya?
Di Depan Investor Asing,...
Di Depan Investor Asing, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi di RI
Mengenal Konsep Pemerataan...
Mengenal Konsep 'Pemerataan' Ekonomi dalam Islam
HMNI Nilai Program 1.000...
HMNI Nilai Program 1.000 Kampung Nelayan di Papua Langkah Strategis Wujudkan Keadilan Pembangunan
Di Balik Amarah Massa...
Di Balik Amarah Massa Gelombang Protes Anti-Imigran Global
Rekomendasi
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved