Luncurkan Buku Mitos Vs Fakta Sawit, PASPI dan BPDPKS Sajikan Info Berimbang
Rabu, 16 Agustus 2023 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Acara ini didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Hadir dalam kegiatan ini Bungaran Saragih (Ketua Dewan Pembina PASPI), Musdhalifah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian), Eddy Abdurrachman (Dirut BPDPKS), dan Reni Mayerni (Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas). Ada pula sejumlah organisasi kelapa sawit, perguruan tinggi, dan kementerian/lembaga.
Tungkot menjelaskan beberapa opini, isu, dan tudingan terhadap sawit bahkan bukan lagi pada level persepsi tetapi sudah berubah menjadi mitos. Salah satunya minyak sawit dimitoskan mengandung kolesterol . ”Padahal tanaman (termasuk sawit) tidak memproduksi kolesterol. Karena kolesterol hanya produksi hewan dan manusia,” ujarnya.
Bungaran Saragih menjelaskan, Indonesia menjadi produsen minyak nabati dunia. Keberhasilan ini membawa dinamika baru bagi minyak nabati. Persaingan bergeser dari price competition ke non price competition karena produsen minyak nabati non sawit tidak bisa bersaing.
"Isu yang digunakan adalah isu sustainability, baik sosial, ekonomi, dan lingkungan. Padahal industri sawit Indonesia berkomitmen terhadap sustainability," katanya.
Jika persepsi negatif terhadap sawit terus dibiarkan, maka akan mempertaruhkan Rp1.600 triliun nilai aset kebun sawit nasional dan lebih dari Rp1.000 triliun nilai aset industri hilir sawit. Mempertaruhkan masa depan 2,5 juta rumah tangga petani sawit dan 17 juta tenaga kerja. ”Mempertaruhkan nasib sumber devisa negara, di mana industri sawit mampu menyumbang USD39 miliar pada 2022,” jelasnya.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengajak semua stakeholders kelapa sawit Indonesia melakukan kegiatan bersama. Tujuannya mencintai kelapa sawit Indonesia.
Tungkot menjelaskan beberapa opini, isu, dan tudingan terhadap sawit bahkan bukan lagi pada level persepsi tetapi sudah berubah menjadi mitos. Salah satunya minyak sawit dimitoskan mengandung kolesterol . ”Padahal tanaman (termasuk sawit) tidak memproduksi kolesterol. Karena kolesterol hanya produksi hewan dan manusia,” ujarnya.
Bungaran Saragih menjelaskan, Indonesia menjadi produsen minyak nabati dunia. Keberhasilan ini membawa dinamika baru bagi minyak nabati. Persaingan bergeser dari price competition ke non price competition karena produsen minyak nabati non sawit tidak bisa bersaing.
"Isu yang digunakan adalah isu sustainability, baik sosial, ekonomi, dan lingkungan. Padahal industri sawit Indonesia berkomitmen terhadap sustainability," katanya.
Jika persepsi negatif terhadap sawit terus dibiarkan, maka akan mempertaruhkan Rp1.600 triliun nilai aset kebun sawit nasional dan lebih dari Rp1.000 triliun nilai aset industri hilir sawit. Mempertaruhkan masa depan 2,5 juta rumah tangga petani sawit dan 17 juta tenaga kerja. ”Mempertaruhkan nasib sumber devisa negara, di mana industri sawit mampu menyumbang USD39 miliar pada 2022,” jelasnya.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengajak semua stakeholders kelapa sawit Indonesia melakukan kegiatan bersama. Tujuannya mencintai kelapa sawit Indonesia.
Lihat Juga :