Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.295, Menanti Pidato di Jackson Hole

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 16:17 WIB
loading...
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali ditutup melemah pada perdagangan, Jumat (25/8/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat (25/8/2023), turun 49 poin di level Rp15.295 dari penutupan sebelumnya di Rp15.246.

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pada minggu lalu, menambah serangkaian rilis ekonomi yang telah membantu meredakan kekhawatiran akan terjadinya resesi AS.

"Namun, inflasi tetap berada di atas target The Fed, dan para pedagang khawatir bahwa Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa suku bunga perlu tetap lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama untuk meredam ancaman ini dalam pidatonya di simposium Jackson Hole di sesi nanti," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (25/8/2023).

Baca Juga: Diguncang WFH, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.328

Adapun Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga jangka pendek secara agresif selama lebih dari setahun untuk mengekang lonjakan inflasi terburuk dalam beberapa dekade, dengan menaikkan suku bunga acuan overnight ke kisaran 5,25%-5,50% pada bulan lalu.

Pertemuan The Fed selanjutnya akan dilakukan pada bulan September, dan meskipun diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga, kondisi perekonomian telah menyarankan agar The Fed mungkin harus berbuat lebih banyak dalam kebijakan moneternya.

Presiden ECB Christine Lagarde juga akan memberikan pidato di Jackson Hole pada hari Jumat nanti, dan para pedagang akan mencari lebih banyak petunjuk moneter menjelang pertemuan bank sentral berikutnya pada bulan September.

Selain itu, pasar akan mengamati apakah kondisi ekonomi negara importir komoditas terbesar di dunia ini membaik pada bulan Agustus, karena negara tersebut sedang berjuang dengan lemahnya aktivitas manufaktur dan krisis real estate yang akan terjadi.

Dari sentimen internal, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2023 tetap berada dalam kisaran proyeksi 4,5%-5,3%. BI memastikan akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial BI. Sinergi ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.

Optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 juga masih akan terus tumbuh positif. Dia memproyeksikan pada 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 4,7%-5,5%.

Perekonomian Indonesia saat ini tumbuh kuat didukung oleh permintaan domestik. Pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2023 tercatat sebesar 5,17% secara tahunan yang meningkat dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 5,04%.

Sedangkan, sumber pertumbuhan terutama dari kuatnya permintaan domestik. Hal tersebut sejalan dengan kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta peningkatan investasi di tengah kinerja ekspor yang menurun karena melemahnya perekonomian dan harga komoditas dunia.

Baca Juga: Vladimir Putin: De-dolarisasi Tidak Dapat Diubah

Berdasarkan Lapangan Usaha, seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif. Dengan pertumbuhan yang tinggi tercatat pada sektor jasa seperti transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, serta perdagangan besar dan eceran.

Sebelumnya, BI memastikan tekanan inflasi juga terus menurun. Bahkan, inflasi semakin terkendali dalam sasaran tiga plus minus 1%. Berdasarkan sentimen diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan selanjutnya masih diprediksi bergerak fluktuatif, cenderung ditutup melemah di rentang Rp15.280-Rp15.350.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved