Menteri PUPR Ungkap Penyebab Milenial Susah Punya Rumah
Jum'at, 01 September 2023 - 13:48 WIB
loading...
Milenial terganjal bunga kredit untuk bisa memiliki rumah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai, saat ini tingkat suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR) sebesar 8-9% masih cukup tinggi dibebankan kepada milenial . Dikhawatirkan dengan suku bunga yang tinggi itu akan membuat generasi milenial bakal lebih susah untuk memiliki rumah.
Baca juga: Tahun Depan Pembangunan IKN Sedot Anggaran PUPR Rp35,37 Triliun
Padahal, pemerintah tengah berupaya untuk menekan angka backlog perumahan yang masih berada di angka 12,7 juta, berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional).
"Milenial itu tidak akan mampu punya rumah, mungkin masalahnya ada di bunga," ujar Menteri Basuki usai acara Malam Puncak Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2023 di Kementerian PUPR, dikutip Jumat (1/9/2023).
Basuki berharap perbankan, khususnya Himbara, bisa memberikan bunga yang lebih rendah lagi agar generasi milenial bisa semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan papan. Mengingat pertumbuhan populasi yang diramalkan menjadi bonus demografi bakal membuat jumlah penduduk di Indonesia akan semakin banyak.
"Bunga bank Himbara itu kan masih tinggi, mungkin kita harus menghadap ke Kementerian Keuangan, Menteri BUMN, khususnya untuk milenial untuk bisa punya rumah," sambungya.
Oleh karena itu, Menteri Basuki menilai bunga yang lebih ideal dan diangggap tidak terlalu membebani masyarakat milenial untuk memiliki hunian lewat KPR paling tidak berada di angka 5%. Sehingga diharapkan bank negara yang menyediakan kredit perumahan bisa turut lebih membantu pemerintah dalam upayanya menekan angka backlog.
Baca juga: Tahun Depan Pembangunan IKN Sedot Anggaran PUPR Rp35,37 Triliun
Padahal, pemerintah tengah berupaya untuk menekan angka backlog perumahan yang masih berada di angka 12,7 juta, berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional).
"Milenial itu tidak akan mampu punya rumah, mungkin masalahnya ada di bunga," ujar Menteri Basuki usai acara Malam Puncak Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2023 di Kementerian PUPR, dikutip Jumat (1/9/2023).
Basuki berharap perbankan, khususnya Himbara, bisa memberikan bunga yang lebih rendah lagi agar generasi milenial bisa semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan papan. Mengingat pertumbuhan populasi yang diramalkan menjadi bonus demografi bakal membuat jumlah penduduk di Indonesia akan semakin banyak.
"Bunga bank Himbara itu kan masih tinggi, mungkin kita harus menghadap ke Kementerian Keuangan, Menteri BUMN, khususnya untuk milenial untuk bisa punya rumah," sambungya.
Oleh karena itu, Menteri Basuki menilai bunga yang lebih ideal dan diangggap tidak terlalu membebani masyarakat milenial untuk memiliki hunian lewat KPR paling tidak berada di angka 5%. Sehingga diharapkan bank negara yang menyediakan kredit perumahan bisa turut lebih membantu pemerintah dalam upayanya menekan angka backlog.
Lihat Juga :