Apa Faktor dan Dampak dari Melemahnya Rupiah? Ini Jawabannya

Rabu, 06 September 2023 - 10:46 WIB
loading...
A A A
Ketidakstabilan ekonomi ini cenderung mengurangi kepercayaan dan menyebabkan investasi yang lebih rendah, pengeluaran yang lebih rendah, pertumbuhan yang lebih rendah hingga tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

2. Peningkatan Impor


Peningkatan impor secara otomatis akan meningkatkan jumlah mata uang asing seperti dolar AS. Peningkatan impor dapat terjadi karena perkembangan industri yang kurang baik di Indonesia.

Selain itu, impor juga bisa meningkat lantaran ekspor Indonesia tidak mengalami peningkatan. Ini bisa terjadi karena negara tujuan ekspor melakukan batasan impor hingga penetapan tarif tinggi setiap kegiatan impor barang.

3. Utang Luar Negeri


Seperti yang diketahui jika utang luar negeri tentu akan berakibat pada melemahnya nilai tukar rupiah. Pasalnya, utang luar negeri itu akan dikonversikan dengan mata uang lain yang nilainya lebih tinggi.

Dampak dari Melemahnya Rupiah


1. Barang Impor Menjadi Mahal


Dampak yang sangat terasa jika rupiah melemah adalah harga produk impor yang semakin mahal. Naiknya harga dari barang impor ini akan membuat masyarakat beralih ke produk lokal yang harganya lebih terjangkau.

Baca Juga Tipis Gak Papa Asal Naik! Hari Ini Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.240 per Dolar

Jika sebagian besar masyarakat memilih barang lokal, maka barang impor akan semakin surut jumlahnya. Situasi ini menjadikan importir buah mengalami penurunan omzet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Rekomendasi
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Berita Terkini
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved