Apa Faktor dan Dampak dari Melemahnya Rupiah? Ini Jawabannya

Rabu, 06 September 2023 - 10:46 WIB
loading...
Apa Faktor dan Dampak...
Ada sejumlah faktor dan dampak yang ditimbulkan dari melemahnya rupiah. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan rupiah melemah. Di sisi lain, melemahnya rupiah juga berdampak pada perekonomian dalam negeri.

Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia (BI), rupiah mengalami penguatan terhadap beberapa mata uang asing mulai akhir bulan Agustus 2023.

Menurut BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama sepekan terakhir bergerak fluktuatif cenderung melemah. Bahkan, pada Senin (4/9/2023), kurs rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level lebih dari Rp 15.240.

Pelemahan rupiah tidak lepas dari tingginya permintaan atau kebutuhan dolar AS di dalam negeri. Sementara itu, kebutuhan dolar AS belum cukup diimbangi persediaan dolar AS di negeri ini.

Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan rupiah melemah? Seperti apa dampak yang bakal terjadi dari melemahnya rupiah? Berikut penjelasannya secara lengkap.

Faktor Penyebab Melemahnya Rupiah


1. Kondisi Perekonomian Tidak Stabil


Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Ketidakstabilan ekonomi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan harga komoditas, inflasi, resesi, dan krisis keuangan.

Baca Juga Ramai Diperbincangkan, Apa itu Redenominasi Rupiah?

Ketidakstabilan ekonomi ini cenderung mengurangi kepercayaan dan menyebabkan investasi yang lebih rendah, pengeluaran yang lebih rendah, pertumbuhan yang lebih rendah hingga tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

2. Peningkatan Impor


Peningkatan impor secara otomatis akan meningkatkan jumlah mata uang asing seperti dolar AS. Peningkatan impor dapat terjadi karena perkembangan industri yang kurang baik di Indonesia.

Selain itu, impor juga bisa meningkat lantaran ekspor Indonesia tidak mengalami peningkatan. Ini bisa terjadi karena negara tujuan ekspor melakukan batasan impor hingga penetapan tarif tinggi setiap kegiatan impor barang.

3. Utang Luar Negeri


Seperti yang diketahui jika utang luar negeri tentu akan berakibat pada melemahnya nilai tukar rupiah. Pasalnya, utang luar negeri itu akan dikonversikan dengan mata uang lain yang nilainya lebih tinggi.

Dampak dari Melemahnya Rupiah


1. Barang Impor Menjadi Mahal


Dampak yang sangat terasa jika rupiah melemah adalah harga produk impor yang semakin mahal. Naiknya harga dari barang impor ini akan membuat masyarakat beralih ke produk lokal yang harganya lebih terjangkau.

Baca Juga Tipis Gak Papa Asal Naik! Hari Ini Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.240 per Dolar

Jika sebagian besar masyarakat memilih barang lokal, maka barang impor akan semakin surut jumlahnya. Situasi ini menjadikan importir buah mengalami penurunan omzet.

2. Suku Bunga Naik dan Berisiko bagi Pertumbuhan Kredit


Melemahnya rupiah juga berdampak pada naiknya suku bunga pinjaman di bank. Langkah ini diambil secara paksa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Akibatnya, masyarakat kemudian enggan untuk mengambil kredit sebab bunganya tergolong sangat tinggi.

Selain itu, bukan menjadi tidak mungkin apabila tingginya kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebagai akibat dari kenaikan suku bunga.

3. Mengancam Obligasi dan Surat Utang Negara (SUN)


Melemahnya rupiah juga ternyata bisa menyasar ke perdagangan obligasi dan Surat Utang Negara (SUN). Dengan mengacu pada pelemahan tersebut, investor bisa menjual obligasi dan SUN yang sudah mereka beli.

Apabila situasi ini terjadi, Bank Indonesia akan mengambil tindakan dengan membeli obligasi dan SUN yang dijual ke investor asing. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan pasar uang.

Itulah ulasan tentang penyebab dan dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah. Semoga bermanfaat.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved