Kelemahan Konsep Bisnis Sevel di Indonesia

Selasa, 25 April 2017 - 20:23 WIB
Kelemahan Konsep Bisnis...
Kelemahan Konsep Bisnis Sevel di Indonesia
A A A
JAKARTA - PT Modern Sevel Indonesia belum lama ini mengumumkan proses akuisisi bisnis 7-Eleven alias Sevel di Indonesia kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI). Pengambilalihan kepemilikan jaringan waralaba modern 7-Eleven (Sevel) di Tanah Air, diyakini terjadi seiring penurunan omzet dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit mengungkapkan, ambruknya bisnis Sevel ditengarai karena waralaba asal Negeri Paman Sam tersebut tidak menggunakan konsep franchise terhadap gerai-gerainya di Indonesia. Gerai Sevel yang tersebar di beberapa wilayah di Tanah Air tersebut dikelola hanya oleh PT Modern Sevel Indonesia.

"Kalau saya melihatnya begini, itu kan Sevel menjalankan sendiri. Mereka belum franchise kan ya. Sevel juga belum menggunakan sistem franchise. Mereka semua yang punya outletnya," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Beberapa waktu lalu, kata dia, Sevel sempat membuka peluang kerja sama. Hanya saja, yang mereka tawarkan bukanlah konsep franchise. Melainkan, investor hanya diberikan tempat saja sedangkan pengelolaan operasional tetap berada di bawah kendali perseroan.

"Waktu itu mau kerja sama, tapi bukan franchise-nya. Hanya kerja sama saja, jadi investor hanya dapat tempat tapi yang kelola operasional tetap mereka. Contoh kayak Indomaret kan banyak. Jadi banyak dia yang punya," imbuh dia.

Tak hanya itu, Levita juga menilai merosotnya kinerja Sevel juga disebabkan lantaran mereka tidak menyebar gerai-gerainya di seluruh Indonesia. Bahkan, pada tahap awal mereka hanya membuka gerai di Jakarta. Jika gerai mereka tersebar di seluruh wilayah, maka kerugian akan bisa disubsidi silang oleh gerai yang mengalami keuntungan.

"Udah gitu di tahap awal mereka buka hanya Jakarta saja. Pada saat itu izinnya hanya Jakarta saja. Jadi mereka lama itu buka di Jakarta saja. Sementara kompetitor lain mereka sudah buka di seluruh Indonesia. Sehingga kalaupun ada gerai yang tidak sukses masih bisa disubsidi silang oleh gerai-gerai yang lain," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hunian di Sentul Bogor...
Hunian di Sentul Bogor Ini Tarik Minat Masyarakat
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Jawaban Bagi Pencari...
Jawaban Bagi Pencari Hunian Ramah Lingkungan Hadir di Serpong
Hadirkan Hunian Terbaru,...
Hadirkan Hunian Terbaru, Fasilitas Summarecon Crown Gading Makin Lengkap
LPKR Gabungkan Hunian...
LPKR Gabungkan Hunian dengan Tempat Bekerja untuk Milenial
Ekspansi di Tengah Pandemi,...
Ekspansi di Tengah Pandemi, Amazy Tambah Outlet di Gombak Malaysia
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved