Fakta-fakta Dedolarisasi yang Digaungkan BRICS: Ekonomi Amerika Bisa Klenger

Sabtu, 16 September 2023 - 17:15 WIB
loading...
A A A
Apa Konsekuensi De-Dolarisasi?
Sulit untuk berspekulasi mengenai dampak potensial dari dedolarisasi ekonomi dunia yang lebih besar. Salah satu alasannya adalah AS akan kehilangan keuntungan yang didapat dengan menjadikan dolar sebagai mata uang cadangan dunia.

Apa Manfaat De-Dolarisasi?
De-dolarisasi dapat membantu menyamakan kedudukan bagi perekonomian di luar AS. Namun, negara-negara juga bergantung pada mata uang yang stabil untuk dijadikan cadangan dan menjalankan bisnis internasional. Setidaknya dalam jangka pendek, tampaknya tidak ada pengganti dolar yang layak dalam sistem keuangan global.

Baca juga: Kecantikan Gigi Hadid Teruji secara Ilmiah, Garis Rahangnya Sempurna

Apa Penyebab De-Dolarisasi?
De-dolarisasi dapat dipandang sebagai reaksi balik terhadap hegemoni mata uang AS. AS telah menggunakan dominasi dolar sebagai alat untuk mempromosikan dan menegakkan kepentingan ekonominya di seluruh dunia, sehingga menyebabkan negara-negara lain mencari cara untuk menghindari mata uang tersebut.

Meskipun dolar tetap menjadi mata uang cadangan utama dunia dan merupakan faktor penting untuk hampir semua jenis bisnis internasional, sejarah memberi kita alasan (seperti menimpa pound Inggris) untuk percaya bahwa dominasi dolar tidak akan bertahan selamanya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved