Perhatian, Resesi AS Bisa Menyeret Ekonomi Nasional

Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:06 WIB
loading...
Perhatian, Resesi AS...
Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan imbas resesi AS cukup dirasakan ke ekonomi nasional dimana tiap 1% pertumbuhan ekonomi AS terkoreksi akan berpengaruh terhadap 0.02-0.05% pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto/Dok Okezone
A A A
JAKARTA - Negara AS terjerumus dalam jurang resesi untuk pertama kalinya dalam 11 tahun. Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan imbasnya cukup dirasakan ke ekonomi nasional dimana tiap 1% pertumbuhan ekonomi AS terkoreksi akan berpengaruh terhadap 0.02-0.05% pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Efek resesi AS juga akan memberikan dampak pada kepercayaan investor dalam berinvestasi di aset yang beresiko tinggi seperti saham," ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

(Baca Juga: Badai Resesi Menyerang Negara Adidaya, Awas Mengancam Industri Nasional )

Perubahan prilaku investor semakin mengincar safe haven seperti emas dan government bond. Artinya capital outflow dari pasar modal kemungkinan besar terjadi.

Dalam sepekan terakhir nett sells atau penjualan bersih saham di Indonesia naik Rp1.86 triliun. Bahkan aksi jual terus berlanjut. "Efek lain adalah turunnya kinerja ekspor ke AS sebagai mitra dagang utama," ungkap dia.

(Baca Juga: AS Terjangkit Resesi, Apakah Berlanjut ke Fase Great Depression Seperti 1929? )

Menurut Bhima, resesi di AS membuat daya beli konsumen menurun, dan otomatis permintaan ekspor seperti tekstil, pakaian jadi, olahan kayu dan alas kaki merosot khususnya pada semester II 2020.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Rekomendasi
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
MPLS 2026 Resmi Dimulai,...
MPLS 2026 Resmi Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan Larangan Perpeloncoan di Sekolah
Hari Pertama Sekolah,...
Hari Pertama Sekolah, BPOM Pastikan Program MBG Tetap Diawasi
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
Sakha Coffee Perluas...
Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved