Ayo Nelayan Manfaatkan KUR Mikro, Plafon Naik Jadi Rp50 Juta
Senin, 03 Agustus 2020 - 00:17 WIB
loading...
Penyediaan akses pemodalan menjadi salah satu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tetap menjaga geliat usaha di tengah pandemi Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penyediaan akses pemodalan menjadi salah satu upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk tetap menjaga geliat usaha di tengah pandemi Covid-19. Karenanya, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo mengajak para pelaku usaha di sektor KP untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), terlebih plafon KUR mikro bisa mencapai Rp50 juta.
"Maksimum plafonnya meningkat dari yang sebelumnya Rp25 juta menjadi Rp50 juta," jelas Nilanto di Jakarta, Minggu (2/8/2020).
(Baca Juga: KKP Usulkan Tambahan Bantuan Stimulus Sektor Kelautan dan Perikanan ke Sri Mulyani )
Hingga semester pertama 2020, realisasi dana KUR untuk sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp1,8 triliun untuk 56.858 debitur di seluruh Indonesia. Bidang usaha yang paling banyak memanfaatkan dana ini adalah usaha budidaya sebesar Rp687,4 miliar untuk 19.012 debitur.
Realisasi bidang lain adalah penangkapan ikan sebesar Rp483,7 miliar untuk 15.913 debitur, perdagangan hasil perikanan sebesar Rp447,4 milyar untuk 14.647 debitur, jasa perikanan sebesar Rp137,9 milyar untuk 4.832 debitur, dan pergaraman sebesar Rp6,2 milyar untuk 156 debitur.
"Maksimum plafonnya meningkat dari yang sebelumnya Rp25 juta menjadi Rp50 juta," jelas Nilanto di Jakarta, Minggu (2/8/2020).
(Baca Juga: KKP Usulkan Tambahan Bantuan Stimulus Sektor Kelautan dan Perikanan ke Sri Mulyani )
Hingga semester pertama 2020, realisasi dana KUR untuk sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp1,8 triliun untuk 56.858 debitur di seluruh Indonesia. Bidang usaha yang paling banyak memanfaatkan dana ini adalah usaha budidaya sebesar Rp687,4 miliar untuk 19.012 debitur.
Realisasi bidang lain adalah penangkapan ikan sebesar Rp483,7 miliar untuk 15.913 debitur, perdagangan hasil perikanan sebesar Rp447,4 milyar untuk 14.647 debitur, jasa perikanan sebesar Rp137,9 milyar untuk 4.832 debitur, dan pergaraman sebesar Rp6,2 milyar untuk 156 debitur.
Lihat Juga :