Greenback Makin Perkasa di Tengah Gaung Dedolarisasi

Selasa, 26 September 2023 - 15:47 WIB
loading...
A A A
"Dari sini indeks dolar mengincar level di sekitar 107,20. Hanya sedikit mata uang yang akan menolak isu ketahanan makro dolar yang bullish, dan euro serta yuan China terlihat lebih rentan dibandingkan kebanyakan mata uang lainnya," kata seorang analis di Westpac Bank Australia.

Mengutip XE.com, sepanjang tahun ini mata uang China terus mengalami pelemahan terhadap dolar. Di awal Januari 1USD sama dengan 6,7 yuan, hari ini dolar sudah seharga 7,3 yuan.

Padahal, China terus mendorong gerakan dedolarisasi dengan tujuan memposisikan yuan sebagai mata uang cadangan. Bank sentral China telah meningkatkan kepemilikan yuan sehingga porsi mata uang tersebut terhadap cadangan global sekitar 2,5%.

Sami mawon dengan rubel. Mata uang Rusia itu sepanjang tahun ini juga melemah terhadap dolar. Di awal tahun 1 dolar sekitar 66,4 rubel, kini naik menjadi 96 rubel per dolar.

Semestinya, jika gerakan dedolarisasi membuahkah hasil, maka dolar tentu menjadi tak berharga lantaran dibuang dan tak digunakan. Ternyata, malah sebaliknya, dibuang tapi nilainya kian menjulang.

Ternyata, ada faktor lain yang membuat gerakan dedolarisasi BRICS belum sempat menggoyahkan dolar. Salah satunya adalah skala kekuatannya.

"BRICS kekuatannya masih kecil untuk menantang dolar. Sejauh ini baru gertakan politik, belum ada langkah konkret, misalnya membuat mata uang bersama BRICS. Selama tidak ada mata uang bersama, maka bargaining power melawan dolarnya tetap lemah," kata Bhima Yudhistira, ekonom Celios.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved