Menteri ESDM Minta Dana Asing Rp300 Triliun untuk Transisi Energi Jangan Jadi Rebutan
Selasa, 03 Oktober 2023 - 06:56 WIB
loading...
Menteri ESDM Arifin Tasrif menekankan perlunya kerja sama mengurangi emisi karbon, Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, diperlukan kerja sama semua pihak agar program pengurangan emisi bisa terwujud. Tanpa kerja sama sulit untuk melakukan emisi secara signifikan.
Baca juga: RI Kantongi Dana Hibah Rp514 M dari Inggris, 11 Provinsi Garap Proyek Rendah Karbon
Ia pun menekankan bahwa dukungan pembiayaan negara maju seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan bersama. Salah satunya untuk biaya pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Semua kan harus bekerja sama dan semua butuh dana. Dananya jangan hanya digunakan untuk hal yang tidak menjadi kepentingan bersama," ujarnya di Jakarta, Senin (2/10/2023).
Arifin berharap bahwa kesepakatan dana transisi energi dengan negara maju melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai USD20 miliar atau sekitar Rp300 triliun dapat digunakan untuk dua prioritas, yaitu program penghentian awal operasi PLTU dan proyek pengembangan infrastruktur.
Baca juga: RI Kantongi Dana Hibah Rp514 M dari Inggris, 11 Provinsi Garap Proyek Rendah Karbon
Ia pun menekankan bahwa dukungan pembiayaan negara maju seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan bersama. Salah satunya untuk biaya pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Semua kan harus bekerja sama dan semua butuh dana. Dananya jangan hanya digunakan untuk hal yang tidak menjadi kepentingan bersama," ujarnya di Jakarta, Senin (2/10/2023).
Arifin berharap bahwa kesepakatan dana transisi energi dengan negara maju melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai USD20 miliar atau sekitar Rp300 triliun dapat digunakan untuk dua prioritas, yaitu program penghentian awal operasi PLTU dan proyek pengembangan infrastruktur.
Lihat Juga :