Tertekan Pandemi, Ribuan Driver Ojol Akui Bantuan Mengalir dari Berbagai Pihak
Senin, 03 Agustus 2020 - 18:45 WIB
loading...
Di era normal baru, ojek online dilengkapi sekat pelindung untuk meminimalisasi penyebaran virus corona melalui droplet. Foto/Dok SINDOphoto/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyebutkan, ekosistem ekonomi digital tetap bergairah dalam tiga bulan terakhir di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Survei bertajuk Pengalaman Mitra Driver Gojek Selama Pandemi Covid-19 itu dilakukan terhadap 41.393 mitra pengemudi ojek online (ojol) Gojek. Hasil survei menyebutkan mayoritas mitra pengemudi Gojek mendapatkan bantuan sosial dari pihak perusahaan Gojek (89%).
Selain itu mereka juga mendapatkan bantuan sosial dari konsumen (21%) dan dari sesama mitra (5%). Mitra driver juga mendapat bantuan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.
Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi Walandouw, mengatakan survei menganalisis dampak tekanan ekonomi akibat pandemi terhadap pekerja informal, dan merupakan bagian dari riset LD FEB UI mengenai dampak sosial-ekonomi Gojek di Indonesia.
“Hasil riset ini menarik, mengingat pekerja dan ekosistem Gojek sangat terdampak oleh pandemi dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Riset ini menunjukkan di tengah kesusahan yang sedang melanda akibat pandemi, bagian dari ekosistem Gojek masih bergotong royong membantu,” ujarnya dalam pemaparan riset secara virtual di Jakarta, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Sejumlah Pelanggar PSBB Diberi Sanksi Sosial Menyapu Jalanan )
Bantuan tersebut, kata dia, mengalir dari Gojek kepada mitra, dari konsumen ke mitra, serta antar mitra. “Semangat saling membantu inilah yang kami lihat sebagai adanya sikap resiliensi, bahu-membahu membantu, sekaligus optimisme bahwa bencana bisa dilewati bersama,” ucapnya.
Di sisi lain, mayoritas mitra dengan persentase 84% mengapresiasi bantuan sosial yang diterima dari Gojek, dimana sebagian besar mitra mendapat bantuan merasakan manfaat yang diberikan dengan persentase 74%.
Survei bertajuk Pengalaman Mitra Driver Gojek Selama Pandemi Covid-19 itu dilakukan terhadap 41.393 mitra pengemudi ojek online (ojol) Gojek. Hasil survei menyebutkan mayoritas mitra pengemudi Gojek mendapatkan bantuan sosial dari pihak perusahaan Gojek (89%).
Selain itu mereka juga mendapatkan bantuan sosial dari konsumen (21%) dan dari sesama mitra (5%). Mitra driver juga mendapat bantuan pemerintah bagi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.
Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi Walandouw, mengatakan survei menganalisis dampak tekanan ekonomi akibat pandemi terhadap pekerja informal, dan merupakan bagian dari riset LD FEB UI mengenai dampak sosial-ekonomi Gojek di Indonesia.
“Hasil riset ini menarik, mengingat pekerja dan ekosistem Gojek sangat terdampak oleh pandemi dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Riset ini menunjukkan di tengah kesusahan yang sedang melanda akibat pandemi, bagian dari ekosistem Gojek masih bergotong royong membantu,” ujarnya dalam pemaparan riset secara virtual di Jakarta, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Sejumlah Pelanggar PSBB Diberi Sanksi Sosial Menyapu Jalanan )
Bantuan tersebut, kata dia, mengalir dari Gojek kepada mitra, dari konsumen ke mitra, serta antar mitra. “Semangat saling membantu inilah yang kami lihat sebagai adanya sikap resiliensi, bahu-membahu membantu, sekaligus optimisme bahwa bencana bisa dilewati bersama,” ucapnya.
Di sisi lain, mayoritas mitra dengan persentase 84% mengapresiasi bantuan sosial yang diterima dari Gojek, dimana sebagian besar mitra mendapat bantuan merasakan manfaat yang diberikan dengan persentase 74%.
Lihat Juga :