Dilaksanakan e-Learning, Jateng Laksanakan ToT CSA SIMURP di BPP Kostratani

Senin, 03 Agustus 2020 - 19:07 WIB
loading...
Dilaksanakan e-Learning,...
Jateng melaksanakan Traning on Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) SIMURP, 3-7 Agustus 2020 secara e-Learning di 3 lokasi: Purworejo, Purbalingga, dan Banjarnegara.
A A A
SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Traning on Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) SIMURP, 3-7 Agustus 2020. Kegiatan ini dilakukan secara e-Learning. ToT dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara.

Di Kabupaten Purworejo, ToT digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banyuurip. Sedangkan Kabupaten Purbalingga menggelar di dua lokasi, yaitu BPP Bukateja dan BPP Kemangkon, dan Kabupaten Banjarnegara melaksanakan ToT di Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian cerdas iklim atau CSA proyek SIMURP memiliki dampak yang positif untuk pertanian.

“CSA SIMURP bisa meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan juga pendapatan petani. Khususnya pada lahan sawah beririgasi,” tutur Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan tujuan ToT CSA Proyek SIMURP ini adalah Meningkatkan kapasitas SDM petugas/penyuluh (pesertaToT) dalam pelaksanaan proyek SIMURP-CSA.

“Juga mempersiapkan petugas/penyuluh (pesertaToT) untuk melatih calon Training of Farmer (ToF), Mempersiapkan materi dan metoda pelatihan ToF dalam bentuk bahan ajar dan Mempersiapkan peserta pelatih, pelatih atau narasumber, fasilitator pelatihan ToF,” jelasnya.

Ditambahkan Dedi Nursyamsi, CSA SIMURP juga mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kegiatan CSA SIMURP sangat positif. Karena mendukung ketahanan pangan berkelanjutan serta mengantisipasi dampak negative perubahan ekstrim iklim global. Yang tentunya mampu meningkatkan produksi pertanian juga pendapatan petani,” tuturnya.

Proyek SIMURP sendiri bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman, meningkatkan produksi, produktivitas tanaman, serta mengurangi efek gas rumah kaca. Output dari proyek ini adalah penerapan pertanian cerdas iklim (CSA), peningkatan intensitas pertanaman, meningkatkan pendapatan petani di Daerah Irigasi wilayah proyek SIMURP.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Leli Nuryati, mengatakan perubahan iklim global belakangan ini dampaknya sudah semakin nyata. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan suhu udara, naiknya permukaan air laut dan perubahan pola musim hujan dan kemarau yang tidak menentu.

“Bahkan terjadi iklim ekstrim yang menimbulkan bencana banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, atau terjadinya tanah longsor, meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman serta rusaknya infrastrukur pertanian seperti irigasi sebagai akibat banjir dan tanah longsor,” tuturnya.

Kejadian ini berpotensi mengancam penurunan produktivitas, produksi, mutu hasil pertanian, serta menurunnya efesiensi dan efektifitas distribusi pangan. Muaranya kepada rentannya ketahanan pangan nasional.

“Kita mengantisipasinya dengan tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global melalui kegiatan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) dalam proyek Strategy Irrigation Modernization Urgent Rehabilitation Project (SIMURP),” terangnya.

Leli menambahkan, agar kegiatan SIMURP-CSA berjalan dengan baik, perlu dukungan sumber daya manusia pertanian seperti penyuluh dan petani yang handal. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan mereka ditingkatkan melalui ToT CSA SIMURP.

“Kegiatan TOT CSA Proyek SIMURP adalah tindak lanjut dari kegiatan TOM-CSA Proyek SIMURP yang telah dilaksanakan tahun 2019 lalu,” jelasnya. [SWR/NF]
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Rekomendasi
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved